SuaraJatim.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi buka suara perkara kasus korupsi dana pengelolaan parkir PD Pasar Surya yang menyeret dua orang, yakni mantan Direktur Pembina Pedagang M. Taufiqurrahman dan Kepala Cabang Selatan Masrur.
Menurut Eri Cahyadi, dugaan korupsi ini muncul saat ada keanehan dalam laporan yang diterimanya.
"Ada pertanggungjawaban terkait dengan anggaran, sehingga saya pada waktu itu meminta kepada direktur untuk melakukan MoU dengan kejaksaan negeri Tanjung Perak," ujar Eri pada awak media, Rabu (11/12/2024).
Dia mengaku memang sengaja mendorong MoU dengan direktur baru agar bisa melakukan pemeriksaan kesalahan dan siapa saja yang terlibat.
"Saya minta karena ada laporan pertanggungjawaban keuangannya kelihatan aneh di sana, saya minta direktur beserta ternyata hasilnya seperti ini, itu karena permintaan saya. Saya tidak ingin mengorbankan orang, tapi salah benar lanjut salah, dan itu ternyata dilakukan pendampingan MoU dan dicek semuanya ternyata memang ada kerugian negara sekitar Rp700 juta," terangnya.
Berkaca dari korupsi dana pengelolaan parkir PD Pasar Surya sebesar Rp725 Jutaan, Eri akan mendorong BUMD lainnya untuk MoU dengan Kejaksaan.
"Ya itu memang saya, dan itu saya minta untuk semua Pemerintah Kota untuk melakukan MoU terkait dengan BUMD sama, hal ini InsyaAllah di 2025 saya akan kerja sama MoU dengan kejaksaan dan kepolisian terkait dengan parkir liar. Parkir liar ini saya sudah minta tidak ada lagi posisi parkir yang ada yang tidak resmi contohnya kalau ada parkirnya," jelasnya.
Tak hanya lahan parkir pasar, Eri juga mendorong pengurus baru PD Pasar Surya menertibkan para pedagang yang sudah menyewa lapak atau stand, namun tak kunjung dipakai juga diperiksa. Hal ini menyebabkan sepinya pedagang pasar yang ada di Surabaya.
"Saya minta tidak ada lagi pasar yang bayar, tapi tidak ditempati, pesannya terus yang kedua, saya minta di tahun 2026 semua pasar yang ada di bawahnya PD Pasar sudah terbangun di tahun 2026, semua pasar sudah terbangun dan sehingga kita juga akan tahu," ucapnya.
Baca Juga: Mobil Patroli Satpol PP Kota Surabaya Jadi Korban Pohon Tumbang
"Pedagang harus di dalam pasar, yang ada di sana sehingga tidak ada lagi pasar yang ada di luar, semuanya masuk ke dalam yang ketiga saya juga sampaikan kepada PT Pasar tidak ada lagi ketika ada pasar maka tidak ada lagi jarak radius 500 meter yang ada di luar pasar," imbuhnya.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Milik PT SGN, Optimis Capai Target Swasembada Lebih Cepat
-
Dua Dekade Lumpur Sidoarjo: Ekosistem Sungai Porong yang Tercekik dan Ikan yang Terdeformasi