- Agresif: Nyaman berinvestasi di Reksadana Saham atau memilih saham-saham dengan potensi pertumbuhan tinggi.
Mengetahui profil risiko akan menghindarkan Anda dari keputusan panik saat pasar bergejolak, karena Anda sudah memilih "kendaraan" yang sesuai dengan mental Anda.
2. Senjata Rahasia Pemula: Dollar Cost Averaging (DCA)
Inilah strategi paling ampuh dan paling direkomendasikan untuk pemula. Lupakan pusingnya mencari timing kapan harus membeli.
Dollar Cost Averaging (DCA) artinya Anda berinvestasi secara rutin dengan jumlah uang yang sama, tanpa peduli harga sedang naik atau turun.
Misalnya, berkomitmen investasi Rp500.000 setiap tanggal 5 ke reksadana saham pilihan.
Keajaibannya?
Saat harga sedang turun, uang Anda akan mendapatkan unit reksadana/lembar saham yang lebih banyak.
Saat harga sedang naik, uang Anda akan mendapatkan unit/lembar yang lebih sedikit.
Baca Juga: Kado Istimewa, BRI Bagikan Dividen Interim Sebesar Rp20,46 Triliun untuk Pemegang Saham
Secara otomatis, harga beli rata-rata Anda menjadi lebih rendah dalam jangka panjang. DCA mengubah volatilitas pasar dari musuh menjadi teman.
3. Mantra Sakti: "Jangan Taruh Semua Telur dalam Satu Keranjang"
Anda pasti sering mendengar ini, dan ini 100% benar. Diversifikasi adalah kunci manajemen risiko. Jangan habiskan seluruh dana Anda hanya di satu saham atau satu jenis reksadana.
Cara diversifikasi untuk pemula:
- Antar Jenis Aset: Alokasikan dana Anda ke beberapa instrumen. Contoh: 60% di Reksadana Saham (risiko tinggi), 30% di Reksadana Pendapatan Tetap (risiko sedang), dan 10% di Reksadana Pasar Uang (risiko rendah).
- Dalam Satu Jenis Aset: Jika Anda berinvestasi saham, jangan hanya membeli saham dari sektor perbankan. Sebarkan ke sektor lain seperti barang konsumsi, teknologi, atau kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain, Persela Dipaksa Deltras FC Berbagi Poin di Surajaya
-
Pamit Tanpa Sepatah Kata, Bocah di Ponorogo Ditemukan Tenggelam di Saluran Irigasi
-
Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras, Kapolda Dekananto Jadikan Pemberantasan Prioritas
-
BOR Ruang Rawat Inap Jiwa RSUD Situbondo Capai 100 Persen pada AgustusSeptember 2026
-
Nilai Merek USD6,9 Miliar, BRI Kembali Pimpin Daftar Merek Terkuat di Indonesia