- Polda Jatim mulai melakukan penyidikan terkait insiden ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny pada pekan ini.
- Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk mencari keterangan yang dapat membuktikan dugaan adanya unsur pidana, baik disengaja atau kelalaian.
- Namun, kepolisian belum bisa merinci pihak-pihak mana saja yang diperiksa.
SuaraJatim.id - Polda Jatim melakukan pendalaman terkait insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny. Kepolisian mulai melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.
"Sejauh ini berapa waktu yang yang lalu juga pernah disampaikan oleh Bapak Kapolda juga bahwa ada kurang lebih 17 saksi yang telah dimintai keterangan pada saat proses penyelidikan. Nah, terkait dengan proses penyidikan ini kami mulai pada pekan ini atau pada minggu ini," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (14/10/2025).
Pihaknya menggandeng sejumlah ahli, mulai dari pidana, konstruksi, hingga forensik dalam pemeriksaan yang dimulai pada Senin (13/10/2025).
Jules menampaikan, pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi ini untuk mencari keterangan yang dibutuhkan dalam penyidikan.
"Pemeriksaan saksi-saksi ya untuk mencari tentunya keterangan yang dapat membuktikan terkait dengan dugaan adanya unsur pidana, baik itu disengaja atau karena kelalaian," katanya.
Pemeriksaan dilakukan tim penyidik gabungan dari Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Jatim, tentunya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
"Pemeriksaan saksi tentu harus berdasarkan aturan ya, proses hukum ada tahapan administrasi ya yang ada dan ada prosedur. Nah, Tahapan administrasi tentu adalah pemanggilan, pemanggilan saksi," katanya.
Setelah itu dilakukan analisa, tidak terkecuali dokumen-dokumen terkait dengan robohnya bangunan Ponpes Al-Khoziny. Jules menegaskan saat ini pihak penyidik melakukan pendalaman untuk mencari penyebab pasti insiden tersebut.
"Nah, ini harus kita lakukan dengan hati-hati, dengan cermat, termasuk juga pemanggilan saksi. Mungkin saja teman-teman penyidik nanti akan memerlukan keterangan saksi dari pihak keluarga ya ataupun dari korban yang selamat. Nah, saat ini tim DVI sendiri masih melakukan kegiatan untuk identifikasi jenazah dan pihak keluarga masih dalam proses berduka," ungkapnya.
Baca Juga: Miris! Banyak Pesantren Berdiri di Lokasi Rawan Bencana
Hanya saja, kepolisian belum merinci terhadap saksi-saksi yang diperiksa.
"Dalam proses penegakan hukum yang kami lakukan adalah pemeriksaan saksi dan pihak-pihak yang terkait. Namun, tidak bisa secara spesifik kami sebutkan pihak-pihak mana saja yang saat ini kami lakukan pemeriksaan. Karena hal ini masih berproses," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah
-
Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan
-
Bantuan Pangan di Tulungagung Tak Tersalur 100 Persen, Ini Penyebabnya
-
Disorot Publik, Gibran Akhirnya Mundur dari Jabatan
-
Makin Seru! Rayakan Sumpah Pemuda dengan Deretan Promo BRI