- Dinas Kesehatan Kota Surabaya langsung melakukan pemeriksaan dan klarifikasi menyeluruh
- Enam siswa Sekolah Dasar (SD) diduga keracunan susu kemasan
- Korban keracunan sudah mendapatkan penanganan kesehatan dengan cepat
SuaraJatim.id - Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa enam siswa Sekolah Dasar (SD) yang diduga keracunan susu.
"Kemarin siswanya langsung diperiksa. Pihak produsen susunya juga saya mintai pertanggungjawaban, apakah produknya kedaluwarsa atau tidak, ini akan kami pastikan. Kalau tidak kedaluwarsa, berarti harus dicari keracunanya karena apa,” ujar Eri Cahyadi di Surabaya, Kamis (30/10).
Ia mengemukakan kejadian tersebut diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi salah satu produk susu kemasan yang didapatkan dengan harga promosi.
"Dinas Kesehatan Kota Surabaya langsung melakukan pemeriksaan dan klarifikasi menyeluruh terkait penyebab keracunan tersebut," ujarnya.
Ia pun memastikan bahwa keenam siswa yang mengalami keracunan sudah mendapatkan penanganan kesehatan dengan cepat.
“Sudah dilakukan penanganan di puskesmas hari itu juga, kondisinya sudah baik dan sudah pulang semua siswanya. Tidak ada yang berdampak sampai menginap,” ujarnya.
Ia mengatakan gejala yang dialami para siswa berupa diare dan muntah, yang berdasarkan pemeriksaan medis, ciri-cirinya mengarah pada keracunan.
Oleh karena itu, pihaknya akan memastikan apa penyebab keracunan dengan memeriksa semua makanan yang dikonsumsi, termasuk susu pada hari itu.
“Jadi kami akan lakukan pemeriksaan menyeluruh terkait penyebab keracunannya. Karena semua minum susu itu, tapi kok hanya enam orang saja yang keracunan,” ujarnya.
Baca Juga: Semburan Air Berbau Gas Muncul di Sungai Rungkut Tengah Surabaya
Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah berupaya melakukan klarifikasi langsung kepada pihak produsen susu.
Wali Kota Eri meminta agar semua pihak menunggu hasil klarifikasi resmi.
“Setelah ini kami akan meminta keterangan dari pihak produsen susu. Insya Allah setelah diketahui penyebab pastinya, akan ada keterangan dari pihak produsen susu maupun Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
-
Terhempas Jalan Bergelombang, Pemuda Bangkalan Tewas Terseret Truk 200 Meter di Jombang