“Bagaimana kita membangun Indonesia bisa kita lakukan melalui pintu yang beragam, profesi yang beragam,” jelasnya.
“Artinya, kita masuk dari pintu yang berbeda tapi tujuannya sama membangun kebersatuan, persatuan dan persaudaraan. Kalau tidak dilakukan seperti itu pasti akan beda pendapat, menajam, meruncing dan tidak tahu cara menyelesaikannya,” imbuhnya.
Menurutnya salah satu pintu tersebut adalah melalui nasab atau keturunan khususnya nasab pejuang dan bela negara. Ia meyakini, untuk membangun Indonesia kita harus terus menjahit (berjuang dibidang masing-masing) dan tidak boleh berhenti.
“Maka kita ini harus terus menjahit. Kita tumbuh, berkembang, maju dan sejahtera bersama. Harus dilakukan dimana saja. Indonesia begitu luas, penduduk Jatim saat ini 42 juta lebih maka sesungguhnya ketika kami menyebut Gerbang Baru Nusantara kita bersiap untuk menjadi _connecting people_ Indonesia barat dan timur,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Mas Trip Jawa Timur Destry Damayanti mengatakan Mukernas Mas Trip tahun ini terasa lebih spesial karena berdekatan dengan Hari Pahlawan 10 November.
“Penyelenggaraan ini menjadi spesial karena berdekatan dengan Hari Pahlawan 10 November. Bagaimana saat itu TRIP berjuang mempertahankan kemerdekaan, membantu TRI (Tentara Republik Indonesia) melawan Belanda meskipun dengan peralatan yang minim,” kata Destry.
“Semangat perjuangan inilah yang kami ingin terus jalankan, menjalankan amanah orang tua kami, perjuangan yang diteruskan sampai ke akhir zaman mulai generasi 2,3 hingga 4,” tuturnya.
Diakhir, Destry menyebut, penjajahan saat ini hadir lewat bentuknya yang lain yakni penjajahan melawan kebodohan dan kemiskinan. Untuk itu, ia mengajak generasi muda harus berani mengambil sikap dan selalu berpedoman bahwa semua yang dilakukan untuk kebaikan Indonesia tercinta. ***
Baca Juga: Kopdes Merah Putih di Jatim Mendapatkan Apresiasi, Pengamat Ungkap Peran Vital Gubernur Khofifah
Berita Terkait
-
Kopdes Merah Putih di Jatim Mendapatkan Apresiasi, Pengamat Ungkap Peran Vital Gubernur Khofifah
-
Silaturahim Masyarakat NTT Asal Jatim, Gubernur Khofifah: Guyub Rukun, Perkuat Sinergi Ekonomi
-
Jembatan Kutorejo Nganjuk Siap Dibuka! Kapan Warga Bisa Melintas?
-
Pemprov Jatim Raih Penghargaan Nasional Bidang Penyuluhan Kehutanan, Gubernur Khofifah Apresiasi
-
Dubes Rusia Temui Khofifah di Surabaya, Siap Jalin Kolaborasi Maritim dan Pendidikan
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari
-
Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis
-
Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas
-
TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat
-
Putra Proklamator yang Rela Tidur di Gudang: Mengenang Kesahajaan Guruh Soekarnoputra