-
Banjir lahar Semeru paksa 137 keluarga mengungsi ke bukit.
-
Material panas rendam rumah dan fasilitas umum di Lumajang.
-
BPBD Lumajang hanya memantau karena akses terhambat kepulan asap.
SuaraJatim.id - Banjir lahar Gunung Semeru menerjang pemukiman warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (6/12/2025).
Kejadian yang dipicu aktivitas vulkanik dan kondisi cuaca ini membuat 137 kepala keluarga (KK) harus mengungsi dan menyelamatkan diri ke kawasan perbukitan. Ancaman banjir lahar Semeru ini menjadi perhatian serius lantaran material panasnya semakin mendekati rumah warga.
Dalam laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru meluncurkan banjir lahar dengan amplitudo 40 milimeter ke arah tenggara Besuk Kobokan pada Sabtu (6/12/2025) sore.
Arus deras membawa material pasir, batu, serta sisa-sisa erupsi yang kemudian merendam rumah, fasilitas umum, hingga fasilitas sosial. Dampak banjir lahar Semeru ini diperburuk dengan jarak pemukiman Sumberlangsep yang berada tepat di seberang aliran Sungai Regoyo.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang, Danial, menyampaikan bahwa pihaknya hanya bisa melakukan pemantauan dari area yang lebih aman. Material panas masih mengepul dari letusan sekunder yang muncul di aliran Sungai Regoyo. Kondisi ini membuat jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses warga, belum bisa dilalui.
“Untuk sementara bersama tim, hanya bisa memantau, masih banyak kepulan asap letusan sekunder dampak dari amak 40 ini,” ujar Danial, dikutip dari BeritaJatim.com.
Peningkatan debit banjir lahar Semeru juga menjadi hambatan lain. Petugas belum dapat melakukan asesmen langsung di lokasi, sehingga komunikasi dengan warga hanya dilakukan melalui sambungan WhatsApp. Situasi darurat ini menuntut proses evakuasi cepat guna meminimalkan potensi risiko tambahan.
“Akses kita untuk menuju lokasi juga masih belum bisa karena adanya peningkatan debit. Kondisi di Dusun Sumberlangsep saat ini hanya bisa kita memantau via whatsapp,” katanya.
Warga Sumberlangsep kini bertahan di kawasan bukit yang lebih tinggi sambil menunggu kondisi membaik. Mereka memilih lokasi tersebut sebagai titik aman sementara mengingat material vulkanik sudah memasuki permukiman.
“Informasi warga di sana mengungsi ke daerah perbukitan mencari tempat aman di tempat evakuasi sementara karena wilayah di Sumberlangsep material vulkanik sudah masuk ke pemukiman,” jelas Danial.
Tag
Berita Terkait
-
Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!
-
Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan
-
Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup
-
Ini Alasan Gibran Minta Santri Belajar AI dan Robotika
-
Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT