-
Pengelola diberikan tenggat satu bulan mengurus izin kesehatan dinkes setempat.
-
Operasional unit akan dihentikan jika melanggar aturan standar keamanan pangan.
-
Dana operasional harian tetap dievaluasi berdasarkan kelayakan fasilitas di lapangan.
SuaraJatim.id - Badan Gizi Nasional (BGN) bersikap tegas terhadap kepatuhan administratif dan standar operasional (SOP) dapur program pemenuhan gizi atau Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah menekankan bahwa penyaluran insentif fasilitas SPPG sebesar Rp 6 juta per hari operasional bukan tanpa syarat, melainkan harus dibarengi dengan kepemilikan dokumen legalitas kesehatan yang lengkap.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menginstruksikan agar seluruh mitra segera mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan dalam kurun waktu satu bulan.
Jika membandel, pemerintah tidak segan-segan menghentikan sementara operasional atau mencabut insentif fasilitas SPPG yang telah dialokasikan.
"Tolong ya… yang belum harus segera mendaftarkan diri ke Dinas Kesehatan, saya beri waktu 1 bulan. Kalau dalam 1 bulan belum juga mendaftarkan diri, saya perintahkan agar di-suspend," tegas Nanik di sela acara koordinasi di Hotel Aston Cirebon, Minggu (7/12/2025).
Nanik tidak ingin dana insentif fasilitas SPPG tersebut dinikmati oleh pengelola yang tidak taat aturan.
Berdasarkan data terbaru, di Kota Cirebon tercatat masih ada 2 SPPG yang belum mengajukan SLHS, sementara di Kabupaten Cirebon terdapat 9 unit yang belum melapor. Padahal, dana insentif fasilitas SPPG tetap dibayarkan sebagai jaminan kesiapsiagaan (stand of readiness) tanpa bergantung pada jumlah porsi yang dilayani.
Pemerintah juga mengapresiasi langkah Satgas MBG Kota Cirebon yang melarang pemberian makanan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita jika dapur belum mengantongi SLHS. Langkah ini dianggap sejalan dengan visi BGN dalam menjaga standar keamanan pangan di seluruh Indonesia.
Nanik memperingatkan bahwa tim appraisal independen akan terus memantau kelayakan fasilitas di lapangan. Jika ditemukan sarana yang rusak atau tidak sesuai standar, maka besaran insentif fasilitas SPPG akan langsung dipangkas secara proporsional sebagai bentuk penegakan disiplin anggaran.
Tag
Berita Terkait
-
BPS Catat Ekonomi Tumbuh 5,47%: Mengapa Dapur Rakyat Justru Makin Tercekik?
-
Biaya Operasional MBG Dipangkas, BGN Minta Dapur Tak Asal Kurangi Relawan
-
BGN Tambah 953 Dapur MBG Baru, Daerah Rawan Stunting Jadi Prioritas
-
BPS Akui Belanja Pemerintah Meroket di Q3 2026 Gegara Gaji Pegawai hingga MBG
-
Dua Pejabat KPK Pindah ke BGN, Ditugaskan Awasi Potensi Korupsi Program MBG
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School
-
Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta
-
Babak Baru Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Sprindik Jilid II Terbit, Aliran Dana ke Dewan Disorot