-
Klaim temuan 3,5 ton emas di Bandara IMIP tidak terbukti.
-
Mafindo menegaskan informasi viral tidak bersumber dari data kredibel.
-
Kasus emas 3,5 ton terkait transaksi lama, bukan IMIP.
SuaraJatim.id - Beredar di media sosial narasi yang menyebutkan bahwa pemerintah menemukan 3,5 ton emas di Bandara IMIP Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Informasi tersebut diunggah akun Facebook bernama @TANI KULI SAWAH. Video yang diunggahnya juga disertai narasi yang menuding adanya penyelundupan emas dan aktivitas ilegal di kawasan tersebut.
Dalam video tersebut, narasi menegaskan bahwa Menteri Purbaya melakukan inspeksi mendadak dan menemukan 3,5 ton emas yang disebut-sebut sebagai barang ilegal.
Tidak hanya itu, narasi juga menyebut Bandara IMIP Morowali digunakan sebagai jalur kriminal berskala besar.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax, klaim penemuan 3,5 ton emas tersebut tidak ditemukan dalam pemberitaan media kredibel.
Tim melakukan pencarian dengan kata kunci “Pemerintah temukan 3,5 ton emas di bandara IMIP Morowali” dan hasilnya justru mengarah pada dua berita berbeda yang tidak terkait dengan klaim viral tersebut.
Media Kompas TV pernah memberitakan kasus transaksi mencurigakan impor emas 3,5 ton oleh grup SB pada 2017–2019.
Dalam laporan itu, Mahfud MD menyebut Bea Cukai menemukan bukti permulaan tindak pidana kepabeanan dengan nilai transaksi mencapai Rp189 triliun. Namun kasus ini tidak ada hubungannya dengan Bandara IMIP Morowali.
Berita lain dari Kompas TV membahas temuan Satgas Terpadu mengenai sejumlah pelanggaran di kawasan IMIP, termasuk penangkapan dua kapal pengangkut nikel ilegal. Tidak ada informasi resmi yang menyebut penemuan emas, apalagi sebanyak 3,5 ton emas, di bandara tersebut.
Kesimpulan
Tidak ada informasi dari institusi resmi atau media tepercaya yang membenarkan klaim tersebut. Unggahan itu dikategorikan sebagai fabricated content atau konten palsu alias hoaks.
Berita Terkait
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ
-
Nasib Tragis Warga Penolak Penambangan Emas Ilegal di Sumbar, Dipukuli Sampai Luka Berat
-
Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Pelaku Belum Tertangkap, Keluarga Korban Pembunuhan di Bangkalan Minta Kejelasan
-
First Time ke Banyuwangi, Raline Shah Penasaran dengan Keindahan Alamnya
-
Megawati Soekarnoputri Kembali ke Blitar, Ini Agenda Lengkapnya
-
Surabaya Demam Piala Dunia 2026, Fans Rela Rogoh Kocek Jutaan untuk Jersey