- Ratusan korban arisan bodong di Kediri alami kerugian hingga miliaran rupiah.
- Modus arisan online tawarkan keuntungan besar dengan istilah get motel.
- Kasus arisan bodong Kediri dilaporkan dan ditangani Polda Jawa Timur.
SuaraJatim.id - Ratusan orang diduga menjadi korban penipuan arisan bodong yang dijalankan seorang perempuan berinisial NST, warga Kampung Dalem, Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim).
Praktik arisan bodong di Kediri ini disebut telah merugikan peserta hingga Rp 5 miliar. Kasus ini kini resmi dilaporkan sejumlah korban ke Polda Jatim.
Salah satu korban berinisial E mengaku awalnya mengenal pelaku melalui kerja sama bisnis online penjualan pakaian bekas.
Kepercayaan yang terbangun sebagai pelanggan lama kemudian dimanfaatkan pelaku untuk menawarkan skema arisan dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Saya kenal pelaku sebagai penjual pakaian. Saat itu menawarkan arisan dengan iming-iming keuntungan, akhirnya saya tergiur dan terus menambah nominal setoran,” katanya, dikutip dari BeritaJatim.com, Selasa (16/12/2025).
E menjelaskan, arisan tersebut menggunakan istilah “get dan motel” dengan janji keuntungan berlipat. Nominal setoran bervariasi dan disertai janji pencairan dana sesuai tanggal yang telah ditentukan.
Namun hingga waktu pencairan tiba, uang yang dijanjikan tak kunjung diterima. Total kerugian yang dialami E mencapai Rp15 juta.
“Saya tertarik, saya tambah-tambahi lagi menjadi Rp 7 juta, jadi Rp 10 juta seperti itu. Tinggal tunggu tanggalnya saja. Katanya cair, tapi enggak cair juga,” terangnya.
Korban lain berinisial R mengaku tertarik mengikuti arisan setelah melihat unggahan media sosial pelaku yang menampilkan bukti pencairan arisan sebelumnya.
Pemilik warung di Kediri itu menyebut, pada tahap awal arisan dengan nominal kecil memang sempat cair sehingga menumbuhkan rasa percaya.
“Awalnya get kecil-kecil dulu. Setelah itu saya berani beli yang besar karena kelihatannya amanah,” ungkap R.
R mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp 55 juta. Ia mengikuti arisan tersebut sejak awal November dan membeli puluhan slot arisan dengan janji keuntungan hingga dua kali lipat.
“Yang terakhir saya beli Rp 10 juta, dijanjikan motel Rp 22 juta. Tapi sampai sekarang tidak ada,” katanya.
Para korban juga mengungkapkan, saat mulai mempertanyakan pencairan dana, pelaku justru meminta agar kasus tersebut tidak diviralkan.
“Katanya jangan diviralkan, walaupun nanti uangnya enggak cair. Setelah itu dia menghilang dan enggak ada tanggung jawab sama sekali,” kata E.
Berita Terkait
-
Demi Ingat Aksi Sadisnya! Dwi Bagus Simpan Foto Lokasi Pembakaran Korban hingga Mesin Penggiling
-
Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?
-
Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!
-
Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati
-
Persik Keok di Markas Persija, Marcos Reina Keluhkan Rumput JIS
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta
-
Hampir Mati Sia-sia! Detik-detik Pria Tulungagung Batal Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri
-
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer
-
Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?