-
Ribuan bibit pisang kepok tanjung ilegal disita Kalimantan Selatan.
-
Tidak ada dokumen karantina resmi dari Ngawi Jawa Timur.
-
Tindakan cegah risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.
SuaraJatim.id - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan (Kalsel) menyita dan menyegel sebanyak 6.360 batang bibit pisang kepok tanjung ilegal. Ribuan bibit yang berasal dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) itu diamankan karena tidak dilengkapi dokumen resmi yang dipersyaratkan.
Kepala Karantina Kalsel, Erwin AM Dabuke, mengungkapkan bahwa penyitaan dilakukan karena ribuan bibit pisang kepok tanjung tersebut tidak memenuhi persyaratan dokumen sesuai ketentuan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan terkait lalu lintas komoditas antararea.
“Setiap orang yang memasukkan dan/atau mengeluarkan media pembawa dari suatu area ke area lain di dalam wilayah NKRI wajib melengkapi sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran atau daerah asal,” ujar Erwin, Selasa (16/12/2025).
Menurut Erwin, pemasukan bibit tanaman tanpa dokumen karantina yang valid melanggar peraturan yang berlaku, sehingga petugas terpaksa menahan ribuan bibit pisang kepok tanjung tersebut.
Penindakan ini bermula dari informasi yang diberikan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi Kalsel terkait adanya pemasukan bibit pisang dari luar daerah tanpa disertai dokumen Karantina dari daerah asal.
Setelah pemeriksaan, petugas menemukan ketidaksesuaian administratif pada permintaan pemeriksaan bibit/benih pisang yang diajukan oleh perusahaan pemilik kepada BPSBTPH. Tercatat sekitar 10.000 batang bibit pisang masuk, namun hanya sekitar 5.000 batang yang diajukan untuk pengujian sertifikasi benih.
Tim Penegakan Hukum (Gakkum) dan Tim Karantina Tumbuhan Karantina Kalsel kemudian berkoordinasi dengan BPSBTPH beserta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel. Dari pemeriksaan tim gabungan di lokasi penampungan di Landasan Ulin, Banjarbaru, ditemukan ketidaksesuaian jumlah bibit dengan dokumen Karantina yang tersedia.
“Hal ini berpotensi menimbulkan risiko masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” tegas Erwin.
Erwin menjelaskan bahwa tindakan penahanan terhadap ribuan bibit pisang kepok tanjung ini merupakan upaya untuk melindungi sumber daya alam hayati dan sektor pertanian daerah dari ancaman OPTK.
“Sebagai langkah penegakan hukum, petugas telah menyegel seluruh bibit pisang di lokasi penampungan untuk diproses lebih lanjut. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pelaku usaha agar patuh terhadap regulasi demi keamanan bersama,” kata Erwin. (Antara)
Berita Terkait
-
Kanwil BPN Jatim Digeledah KPK, ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan
-
Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton
-
Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Sejumlah Rekening Tempat Penampungan Uang Setoran
-
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD
-
Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Empat Residivis Curanmor Dibekuk Jatanras Polda Jatim, 13 Motor Jadi Sasaran
-
Pilu! Korban KM Virgo Transport 8 Dimakamkan di Madiun, Tinggalkan Istri dan Empat Anak
-
Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI
-
Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar
-
Dentuman Semeru Menggelegar Senin Malam Terekam CCTV, Petugas Ungkap Fakta di Baliknya