Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:29 WIB
Ilustrasi Gempa Megathrust (unsplash)
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik M6,2 mengguncang Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB, dengan pusat di laut 89 km tenggara Pacitan.
  • Bencana ini mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan satu lainnya dirawat intensif, meskipun bukan dampak fisik langsung gempa.
  • Guncangan dirasakan kuat hingga skala IV MMI di Pacitan, Bantul, Sleman, tanpa potensi terjadinya tsunami.

SuaraJatim.id - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari pukul 01.06 WIB, menyisakan duka mendalam dan dampak signifikan bagi masyarakat.

Selain menyebabkan kepanikan massal, gempa ini juga merenggut satu korban jiwa dan mengakibatkan satu warga lainnya harus menjalani perawatan intensif.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, membenarkan adanya korban jiwa pasca-gempa.

Korban teridentifikasi atas nama Joko Santoso, pria berusia 53 tahun dari Dusun Krajan Kidul, Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo. Erwin menjelaskan bahwa kematian korban tidak disebabkan oleh benturan langsung atau reruntuhan bangunan.

"Satu korban meninggal dunia di Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan. Tapi bukan akibat langsung gempa bumi. Riwayat penyakit sebelumnya tidak diketahui kemudian dilarikan Puskemas terdekat dan dinyatakan meninggal dunia,” terang Erwin Andriatmoko dikutip dari Pacitan.com.

Berdasarkan kronologi, korban sempat berhasil mengevakuasi diri keluar rumah, bahkan sempat berbincang dengan tetangga sebelum kondisinya memburuk saat hendak bangkit dari duduknya.

Selain korban meninggal dunia, dampak guncangan gempa yang terjadi saat sebagian besar warga terlelap tidur ini juga menyebabkan satu orang warga lainnya harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Ngadirojo untuk mendapatkan pertolongan medis.

BPBD Pacitan saat ini masih terus melakukan pendataan terkait dampak kerusakan fisik bangunan di seluruh wilayah yang terdampak gempa.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini memiliki parameter magnitudo 6,2, dengan episenter terletak di laut pada jarak 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan dan kedalaman 58 kilometer.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis Kerangka Manusia di Gunung Jinem Pacitan, Korban Hilang Sejak Agustus 2025

Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Guncangan gempa dirasakan cukup luas. Di daerah Bantul, Sleman, dan Pacitan, getaran dirasakan pada skala intensitas IV MMI, yang berarti dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, getaran nyata seakan truk berlalu dirasakan hingga Kulon Progo, Trenggalek, Malang, Surakarta, hingga Cirebon. Meskipun demikian, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 01.35 WIB, belum ada aktivitas gempa bumi susulan yang terdeteksi.

Load More