- Gempa tektonik magnitudo 6,4 mengguncang perairan selatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat dini hari pukul 01.10 WIB.
- Pusat gempa dangkal (10 km) di laut menyebabkan getaran kuat dirasakan luas hingga Surabaya dan tidak berpotensi tsunami.
- BPBD memastikan belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan, sambil mengimbau warga tetap waspada pascagempa.
SuaraJatim.id - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini (6/2/2025) hari sekitar pukul 01.10 WIB.
Guncangan kuat ini sontak membangunkan warga di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa, memicu kepanikan dan membuat sebagian memilih berhamburan keluar rumah.
Pusat gempa yang relatif dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut, menjadi penyebab kuatnya getaran yang dirasakan luas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa berada di koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, sekitar 90 kilometer di perairan tenggara Kabupaten Pacitan.
Guncangan gempa dilaporkan terasa di berbagai wilayah di Jawa Timur, mulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, hingga kota-kota besar seperti Surabaya, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi. Bahkan, beberapa daerah di jalur Pantura juga turut merasakan getaran.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengonfirmasi data dari BMKG.
"Informasi yang kami terima dari BMKG, gempa terjadi di laut dengan kedalaman dangkal," ujar Triadi dalam pesan singkat di grup internal BPBD Trenggalek.
Ia juga menambahkan bahwa BMKG telah memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Meskipun demikian, kuatnya guncangan dini hari itu cukup membuat warga panik. Banyak yang terbangun dari tidur dan memilih keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Baca Juga: Khofifah Tunjuk F Bagus Panuntun Jadi Plt Wali Kota Madiun, Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Baik
Hingga Jumat pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak belum menerima laporan adanya korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan signifikan akibat gempa tersebut.
"Saat ini kami masih terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk kemungkinan dampak lanjutan. Kami berharap tidak terjadi gempa susulan," kata Triadi, menekankan pentingnya kewaspadaan pasca-gempa. Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal
-
Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI
-
Skandal Narkoba Hotel Surabaya: 3 Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diciduk Teler, Ini Identitasnya
-
3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ
-
Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S