-
Empat bocah bersaudara tewas tenggelam di sungai terpencil.
-
Lokasi kejadian berupa belik di bawah bukit Desa Sidoharjo.
-
Evakuasi dilakukan keluarga, kronologi belum dapat dipastikan.
SuaraJatim.id - Tragedi Sungai Ponorogo mengguncang warga Kabupaten Ponorogo setelah empat bocah bersaudara ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).
Peristiwa itu terjadi di kawasan sungai yang berada di bawah bukit dan jauh dari permukiman warga. Kondisi lokasi yang terpencil membuat aktivitas para korban tidak terpantau masyarakat sekitar.
Suasana duka mendalam menyelimuti lingkungan tempat tinggal korban. Tragedi Sungai Ponorogo ini terasa semakin memilukan karena seluruh korban masih memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat dan berasal dari satu lingkungan. Berikut fakta-faktanya.
1. Empat Bocah Bersaudara Meninggal Dunia
Korban dalam Tragedi Sungai Ponorogo berjumlah empat anak yang masih bersaudara. Tiga di antaranya merupakan anak perempuan yang masih menempuh pendidikan PAUD/TK, sementara satu korban lainnya adalah anak laki-laki kelas 1 sekolah dasar.
Seluruh korban diketahui merupakan warga satu lingkungan di Desa Sidoharjo. Kedekatan hubungan keluarga tersebut membuat isak tangis dan kesedihan mendalam menyelimuti rumah duka sejak kabar duka menyebar.
2. Sungai Berupa Belik di Lokasi Terpencil
Modin Desa Sidoharjo, Suwarto, menjelaskan bahwa sungai dalam Tragedi Sungai Ponorogo tersebut sebenarnya merupakan belik atau area penampungan air yang biasanya tenang.
“Ya sungainya itu kalau tidak ada hujan atau dari gunung yang tidak mengalir. Ya tenggelam dibelik gitu. Total 4 anak, perempuan 3 usia PAUD/TK dan 1 laki-laki kelas 1 SD,” kata Suwarto, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (6/2/2026).
3. Evakuasi oleh Keluarga, Kronologi Belum Diketahui
Proses evakuasi korban Tragedi Sungai Ponorogo dilakukan langsung oleh pihak keluarga sebelum akhirnya dibantu warga sekitar untuk membawa korban ke Puskesmas Jambon.
“Yang nolong juga ortu. Dibawa ke sini (Puskesmas Jambon-red) sudah meninggal,” imbuh Suwarto. Hingga kini, kronologi kejadian belum dapat dipastikan karena minim saksi dan kondisi keluarga korban yang masih mengalami guncangan psikologis.
Berita Terkait
-
Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat
-
Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
-
Lirik Lagu Menteri Durmagati dan Maknanya, Karya Satir Politik dari Grup Musik Ponorogo
-
KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko
-
Pengembangan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo, KPK Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Strategi Hexahelix Menteri Ekraf Jadikan Jatim Media Summit Pintu Gerbang Pasar Global
-
Malam Kelam di Pulo Wonokromo: Saat Selokan Menjadi Saksi Bisu Pembuangan Bayi Mungil
-
Khofifah Apresiasi Peran Polri dalam Melayani Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80
-
Anisa Alumnus Unair Meninggal saat Mengikuti Latsarmil Kopdes Merah Putih
-
Hanya Karena Sampah: Nyawa Pelajar SMP Lumajang Melayang Usai Dianiaya Teman Sekelas