Riki Chandra
Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:33 WIB
Evakuasi dramatis kerangka manusia di lereng curam Gunung Jinem Pacitan. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  •  Evakuasi dramatis kerangka manusia di lereng curam Gunung Jinem Pacitan.

  • Identitas warga hilang sejak Juli 2025 akhirnya terungkap.

  • Medan ekstrem membuat proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian.

SuaraJatim.id - Polisi mengevakuasi kerangka manusia yang ditemukan di lereng Gunung Jinem, Dusun Krajan, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (3/1/2026).

Penemuan kerangka itu berawal dari laporan warga yang menemukan tulang belulang di area dengan medan ekstrem dan sulit dijangkau tersebut. Proses evakuasi kerangka manusia di Gunung Jinem Pacitan tidak berjalan mudah.

Petugas Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Pacitan bersama Satreskrim, pemerintah desa, serta warga setempat harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter menuju lokasi penemuan.

Selain jarak yang cukup jauh, petugas juga dihadapkan pada kondisi lereng berbatu yang curam dan licin.

Untuk menjangkau titik penemuan, tim evakuasi terpaksa menggunakan tali tambang sebagai pengaman. Kondisi kerangka yang ditemukan pun tidak utuh.

Tulang belulang korban diketahui sudah berhamburan, bahkan sebagian di antaranya tersangkut di ranting pohon di lereng gunung. Situasi tersebut membuat evakuasi kerangka manusia di Gunung Jinem Pacitan dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 11.00 WIB. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pacitan dan Unit Inafis langsung turun ke lokasi,” ujar Iptu Didik Puji Hartono, dikutip dari BeritaJatim.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, identitas korban mulai terungkap. Dari sisa pakaian yang masih melekat pada kerangka, korban diduga kuat adalah Misdi (61), warga Dusun Duren, Desa Wonoanti. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak 9 Juli 2025 dan tidak pernah kembali ke rumah.

“Dari sisa pakaian yang ditemukan, korban mengenakan celana hitam. Hal tersebut sudah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh pihak keluarga,” jelas Iptu Didik Puji Hartono.

Petugas kemudian melakukan pengumpulan tulang belulang secara bertahap. Setiap bagian kerangka yang tersangkut di ranting pohon dievakuasi satu per satu sebelum dikumpulkan di satu titik aman. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi mengingat kondisi medan yang rawan longsor.

Setelah seluruh bagian kerangka berhasil dievakuasi, tulang belulang dan tengkorak korban diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya, korban dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat sesuai kesepakatan keluarga.

Dugaan sementara, korban terjatuh dari atas bukit dan tersangkut di ranting pohon di lereng Gunung Jinem. Sejak dinyatakan hilang pada 9 Juli 2025, warga bersama pemerintah desa dan anggota Polsek Tulakan sempat melakukan pencarian selama sekitar dua pekan.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya evakuasi kerangka manusia di Gunung Jinem Pacitan mengungkap misteri hilangnya korban lima bulan kemudian.

Load More