-
Gunung Semeru alami puluhan gempa letusan dalam enam jam pengamatan.
-
Status siaga Gunung Semeru masih berlaku, warga diminta waspada.
-
PVMBG tetapkan zona bahaya di Besuk Kobokan dan sekitarnya.
SuaraJatim.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik intens pada Sabtu (17/1/2026). Tercatat sebanyak 23 kali gempa letusan dalam kurun waktu enam jam.
Aktivitas kegempaan tersebut terjadi pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB dan terpantau oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru yang berada di wilayah Lumajang, Jawa Timur.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan bahwa rangkaian gempa letusan tersebut terekam dengan amplitudo yang cukup signifikan.
“Untuk pengamatan kegempaan tercatat 23 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm dan lama gempa 95-174 detik,” kata Mukdas Sofian.
Selain gempa letusan, aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga ditandai dengan munculnya gempa lain. Tercatat sebanyak 11 kali gempa embusan dengan amplitudo 3-6 mm dan durasi 38-99 detik.
Tidak hanya itu, terdapat pula tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-20 mm, selisih waktu S-P 16-35 detik, serta lama gempa berkisar 39-78 detik.
Secara visual, kondisi Gunung Semeru saat pengamatan dilaporkan tertutup kabut dengan intensitas 0-II hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati secara jelas akibat cuaca yang mendung hingga hujan.
“Secara visual, gunung api tertutup kabut 0-II hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah barat laut,” tuturnya.
Dengan meningkatnya aktivitas tersebut, Gunung Semeru masih berada pada status siaga atau Level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu.
PVMBG menegaskan bahwa masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas masyarakat juga dilarang dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Warga diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Potensi bahaya tersebut terutama mengancam wilayah aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Dengan status siaga yang masih berlaku, pemantauan Gunung Semeru terus dilakukan secara intensif guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.
Berita Terkait
-
Gempa M 5,9 Guncang Jakarta: Perjalanan KRL Sempat Dihentikan
-
Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?
-
Karhutla Masih Melanda Kawasan TNBTS
-
Pulihkan Dampak Gempa NTT, Operasional Dapur Umum dan Donasi Pangan Sasar Warga Flores
-
Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan
-
Murka Rumah Tangganya Hancur, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Habis Mobil Selingkuhan Istri
-
Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim