-
Gunung Semeru erupsi tiga kali beruntun dalam waktu kurang satu jam.
-
Kolom abu letusan Gunung Semeru mencapai ketinggian hingga 600 meter.
-
Status Siaga, warga dilarang beraktivitas di zona rawan Semeru.
SuaraJatim.id - Gunung Semeru kembali erupsi pada Selasa (6/1/2026) pagi. Bahkan, aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu terjadi secara beruntun.
Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tersebut tercatat meletus sebanyak tiga kali dalam rentang waktu kurang dari satu jam. Letusan disertai lontaran abu vulkanik yang mengarah ke sektor timur laut.
Berdasarkan laporan petugas, Gunung Semeru erupsi pertama kali pada pukul 08.07 WIB. Aktivitas ini langsung terpantau oleh Pos Pengamatan Gunung Semeru yang secara rutin memantau dinamika gunung api tersebut.
Kolom letusan terlihat jelas membumbung dari puncak dan membawa material abu vulkanik ke udara.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto.
Menurut Liswanto, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut.
Selang beberapa menit kemudian, Gunung Semeru erupsi kembali pada pukul 08.21 WIB. Pada letusan kedua ini, tinggi kolom abu tercatat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 08.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak (4.276 mdpl). “Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut,” katanya.
Tak berselang lama, aktivitas erupsi kembali terjadi. Selang tiga menit kemudian, tepatnya pukul 08.24 WIB, Gunung Semeru erupsi untuk ketiga kalinya. Namun, pada erupsi terakhir ini tinggi kolom letusan tidak teramati secara visual oleh petugas.
Liswanto menjelaskan, saat ini status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk keselamatan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.
“Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi),” katanya.
Selain itu, di luar jarak tersebut masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.
PVMBG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan. Dengan kondisi tersebut, Gunung Semeru erupsi kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi resmi. (Antara)
Berita Terkait
-
Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini
-
Eksotika dan Keseruan Glamping di Lembah Bromo Malang
-
Polres Probolinggo Bentuk Timsus Usut Pencurian Tujuh Koper Wisatawan Thailand di Bromo
-
Aksi Unik Warga Tulungagung Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Kronologi 8 Ribu Ekor Anak Ayam Mati Terpanggang di Blitar, Hangus Usai Blower Kandang Meledak!
-
Nasabah BRI Hati-hati, Terjadi Penipuan Pakai File APK di Batang!
-
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi 100 Seniman, 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, 46 Sertifikat WBTB
-
Buka Bersama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Khofifah Apresiasi Izin Kampung Haji Indonesia
-
5 Fakta Viral Sound Horeg di Mojokerto Diprotes: Rusak Rumah Warga, Musik dari Sore Sampai Subuh