-
Warung Prima Rasa Sarangan berulang kali terseret kontroversi serius wisatawan.
-
Insiden adu jotos dan polemik harga memicu sorotan publik.
-
Transparansi harga jadi tantangan utama wisata Telaga Sarangan.
SuaraJatim.id - Warung Prima Rasa Sarangan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah kontroversi lama kembali diperbincangkan netizen di media sosial.
Berlokasi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim), Warung Prima Rasa Sarangan tercatat beberapa kali terseret persoalan yang memengaruhi citra destinasi wisata andalan tersebut.
Mulai dari insiden kekerasan hingga polemik harga makanan, rentetan kasus ini berulang dari tahun ke tahun.
Dalam beberapa kesempatan, Warung Prima Rasa Sarangan menjadi perbincangan luas karena peristiwa yang melibatkan wisatawan.
Sorotan tidak hanya datang dari warganet, tetapi juga menarik perhatian aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Berikut deretan kontroversi Warung Prima Rasa Sarangan yang paling banyak menyita perhatian publik.
1. Adu Jotos Gara-Gara Sate di Telaga Sarangan
Kontroversi besar pertama terjadi pada 1 Juni 2021 sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden ini melibatkan wisatawan asal Palembang, Heru Supriatna (48) dan Lies Mardianingsih (49), yang datang ke Telaga Sarangan bersama tiga anaknya. Mereka singgah di warung makan milik Suhardi (53) yang dijaga oleh istrinya, Anti (50).
Masalah bermula ketika salah satu anak Heru menginginkan sate, sementara warung tersebut tidak menyediakan menu itu.
Keluarga Heru kemudian membeli empat piring sate dari pedagang lain dan membawanya masuk ke warung. Tindakan ini dipersoalkan oleh pemilik warung dan memicu ketegangan yang berujung adu pukul.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya lima hingga tujuh orang mengalami luka. Lies mengalami luka gores di pelipis dan dirawat di RSUD Sayidiman Magetan, sementara Heru mengalami luka di kepala.
Kapolsek Plaosan saat itu menyebut cekcok dipicu kesalahpahaman terkait pemesanan sate dari luar warung makan Prima Rasa.
2. Polemik Harga Makanan Viral Tahun 2024
Selain insiden kekerasan, Warung Prima Rasa Sarangan juga kerap disorot karena persoalan harga. Pada 2024, unggahan wisatawan yang mengeluhkan tagihan Rp225 ribu untuk menu sederhana viral di media sosial. Dugaan praktik “getok harga” pun mencuat dan memicu reaksi warganet.
Pemilik warung membantah tudingan tersebut dan menyebut daftar harga telah terpasang di lokasi. Pemerintah daerah kemudian memberikan peringatan serta mengimbau pelaku usaha di Sarangan agar mencantumkan harga secara transparan.
3. Nota Rp 586 Ribu Kembali Heboh Awal 2026
Berita Terkait
-
Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!
-
Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan
-
Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup
-
Ini Alasan Gibran Minta Santri Belajar AI dan Robotika
-
Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun