- Dua napi di Lapas Blitar kehilangan hak PB usai aniaya rekan.
- Korban H meninggal dunia setelah dianiaya di dalam sel.
- Polisi periksa delapan napi terkait kasus penganiayaan fatal.
SuaraJatim.id - Dua narapidana Lapas Blitar, Jawa Timur (Jatim), berinisial I dan D dipastikan kehilangan seluruh hak integrasi setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap rekan satu selnya, H, hingga berujung meninggal dunia.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Blitar, Romi Novitrion, menegaskan bahwa kasus penganiayaan di Lapas Blitar langsung ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi register F.
Sanksi itu berupa penghapusan hak remisi serta Pembebasan Bersyarat (PB) terhadap kedua narapidana yang diduga terlibat.
Peristiwa penganiayaaan di Lapas Blitar terjadi di dalam sel tahanan. Korban H mengalami pemukulan oleh I dan D hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Setelah pemukulan, kita lakukan register F pada I dan rekan, penghapusan hak integrasi, remisi PB. Dan setelah meninggal, melakukan langkah menceritakan kronologis sebenarnya ke keluarga korban dan koordinasi dengan polisi untuk mengungkap yang melakukan penganiayaan,” kata Romi, dikutip dari BeritaJatim, Senin (12/1/2026).
Romi menegaskan pihak Lapas Kelas IIB Blitar bersikap terbuka dalam menangani kasus ini. Ia memastikan tidak ada upaya menutup-nutupi perkara penganiayaan yang terjadi di lingkungan pemasyarakatan tersebut. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Polres Blitar Kota guna mendalami kasus tersebut.
“Kemarin juga sudah dilakukan pemeriksaan hingga pagi, total ada 8 narapidana yang diperiksa dalam kasus ini, kita terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Menurut Romi, delapan narapidana yang diperiksa merupakan penghuni satu sel dengan korban H. Pemeriksaan dilakukan oleh Satreskrim Polres Blitar Kota di dalam lapas dengan pengamanan ketat.
“Sampai saat ini, yang bersangkutan I dan lainnya kemarin diperiksa di dalam Lapas dan sudah ditahan, tetap diasingkan di Lapas,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Romi mengungkapkan bahwa pihak lapas sebenarnya telah melakukan tiga kali mediasi antara korban H dengan I dan D sebelum peristiwa Aniaya Rekan Hingga Meninggal di Lapas Blitar terjadi. Mediasi dilakukan karena konflik ketiganya kerap muncul selama menjalani masa pidana.
Konflik tersebut dipicu persoalan utang piutang antara H dan I. Meski telah beberapa kali dimediasi, konflik tak kunjung mereda hingga berujung pemukulan fatal.
“Mediasi ketiga setelah terjadi pemukulan jadi pihak kami, sudah antisipasi sudah mediasi namun yang bersangkutan belum bisa mencukupi utang akhirnya terjadi pemukulan tersebut,” katanya.
Kini, pihak Lapas Kelas II B Blitar menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus Aniaya Rekan Hingga Meninggal di Lapas Blitar kepada Polres Blitar Kota agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Berita Terkait
-
Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan
-
Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup
-
Ini Alasan Gibran Minta Santri Belajar AI dan Robotika
-
Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo
-
Aktivis BEM UI Dianiaya di Tebet, Yasonna Laoly Desak Pengusutan Transparan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026