- Pria Magetan membuat laporan palsu pencurian motor karena gaji habis.
- Polisi bongkar laporan palsu lewat CCTV dan penyelidikan TKP.
- Motor dijual sendiri untuk trading dan pelapor akhirnya mengaku.
SuaraJatim.id - Rasa takut dimarahi istri karena gaji habis untuk top up trading mendorong seorang pria di Magetan, Jawa Timur (Jatim), nekat membuat laporan palsu pencurian sepeda motor.
Aksi nekat itu dilakukan demi menutupi kebohongan. Namun, akhirnya terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam atas laporan palsu pencurian motor yang dilayangkan ke aparat.
Peristiwa laporan palsu pencurian motor ini bermula pada Rabu, 10 Desember 2025, sekitar pukul 19.50 WIB.
Seorang pria bernama Asep Suryana (26), warga Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, mendatangi Polsek Maospati dan mengaku menjadi korban pencurian sepeda motor.
Dalam laporannya, Asep menyebut motornya hilang saat diparkir di pinggir jalan depan toilet umum pertigaan Totok, Kelurahan Maospati.
Asep melaporkan sepeda motor Honda Beat putih merah tahun 2019 bernomor polisi AE-4007-RK raib saat dirinya masuk ke toilet umum dengan kondisi kunci masih menancap.
Ia juga mengaku kehilangan tas cangklong berisi uang tunai Rp 6 juta, KTP, kartu ATM, kartu keluarga, serta STNK.
Dari pengakuan tersebut, total kerugian ditaksir mencapai Rp 22 juta. Namun, kejanggalan dalam laporan palsu pencurian motor itu mulai tercium saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas Polsek Maospati kemudian menelusuri rekaman CCTV di salah satu minimarket di Jalan Barat Maospati.
Dari hasil pemeriksaan CCTV Indomaret, polisi menemukan fakta yang berbeda dengan keterangan pelapor.
Asep diketahui tidak pernah melakukan penarikan uang di ATM Mandiri sebagaimana yang ia sampaikan dalam laporannya.
Penyelidikan berlanjut hingga polisi menemukan tas cangklong warna hitam yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Tas tersebut ditemukan di belakang toilet umum dekat lokasi kejadian, lengkap dengan uang tunai serta surat-surat penting. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, Asep akhirnya mengakui bahwa dirinya sendiri yang membuang tas tersebut.
Polisi kemudian mendalami motif di balik laporan palsu pencurian motor yang dibuat Asep. Fakta mengejutkan terungkap saat Asep mengaku bahwa laporan pencurian itu sepenuhnya tidak benar.
Ia nekat membuat laporan palsu karena uang gajinya telah habis digunakan untuk trading online, sehingga takut dimarahi oleh istrinya.
Berita Terkait
-
Berkunjung ke Pesantren Al Falah Ploso, Kaesang Didoakan Sukses
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
-
Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
Terkini
-
Viral! Jenazah di Madura Dituding Tak Boleh Dikubur Sebelum Utang Rp215 Juta Lunas
-
BRI Perkuat Pembiayaan KUR Perumahan demi Wujudkan Hunian Rakyat Lebih Sejuk dan Layak
-
22 Ribu Tiket Kereta Lebaran dari Malang Diskon 30% Masih Tersedia, Cek Daftarnya!
-
Safari Ramadan, Momen Kaesang Pangarep Disuguhi Sate di Ponpes Nurul Qadim Probolinggo
-
CEK FAKTA: BLT Desa 2026 Rp 300 Ribu per Bulan untuk Warga yang Belum Dapat Bantuan, Benarkah?