-
Ratusan sopir dump truk kehilangan penghasilan akibat tambang tutup di Ponorogo.
-
Sopir hanya menuntut pembukaan tambang resmi dan berizin.
-
DPRD tegaskan angkutan boleh jalan sesuai aturan.
Ia menegaskan, pada prinsipnya aktivitas angkutan dapat dilakukan selama memenuhi ketentuan yang telah disepakati, mulai dari batas muatan, jam operasional, hingga aspek keselamatan berlalu lintas.
“Boleh mengangkut, tapi harus sesuai ketentuan. Tidak melebihi kapasitas, jam operasional sudah disepakati, terutama saat jam sekolah. Bak atas juga harus ditutup,” tegasnya.
Dwi Agus juga mengingatkan bahwa Dishub telah menetapkan ketentuan teknis terkait kelas jalan dan batas tonase kendaraan. Pelanggaran terhadap aturan tersebut berpotensi memicu penolakan dari masyarakat.
“Kalau melanggar dan muncul gerakan dari masyarakat, kami juga tidak bisa berbuat banyak. Semua harus mengikuti aturan,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, DPRD Ponorogo menegaskan tidak membuka ruang bagi aktivitas tambang ilegal. Pembahasan hanya difokuskan pada tambang yang telah mengantongi izin resmi. Penutupan tambang sendiri disebut diduga terjadi akibat adanya keluhan dan tekanan dari masyarakat sekitar.
Menutup pertemuan, DPRD kembali menegaskan bahwa solusi terbaik adalah kepatuhan terhadap aturan, agar polemik serupa tidak kembali memicu Sopir Dump Truk Demo DPRD Ponorogo di kemudian hari.
Berita Terkait
-
Paradoks Negeri Tambang: Kaya Sumber Daya, tapi Bergantung pada Pajak
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas
-
Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026
-
Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Bukan Menolak, PDIP Bongkar Alasan Larang Kadernya Ikut Proyek Makan Bergizi Gratis
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Dulu 17 Ribu, Kini Hanya 7 Ribu: Apa yang Membuat Warga Blitar Takut Punya Anak?
-
Karier Panjang Aiptu EW Anggota Polres Blitar Kota Hancur di Tangan Narkoba