-
Maidi terjaring OTT KPK, kekayaan Wali Kota Madiun jadi sorotan.
-
LHKPN mencatat kekayaan Wali Kota Madiun mencapai Rp 16,9 miliar.
-
OTT KPK terkait fee proyek dan dana CSR Kota Madiun.
SuaraJatim.id - Kekayaan Wali Kota Madiun menjadi sorotan publik setelah Wali Kota Madiun, Maidi, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Peristiwa ini terjadi di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Senin (19/1/2026), dan melibatkan total 15 orang dari unsur penyelenggara negara hingga pihak swasta.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak selain Maidi, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota Madiun serta pihak swasta.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan pihak-pihak yang diamankan berasal dari berbagai latar belakang.
“Pihak-pihak yang diamankan selain wali kota ada dari penyelenggara negara atau PNS di Pemkot Madiun dan juga pihak swasta,” kata Budi dalam pemberitaan.
Seiring mencuatnya kasus ini, Kekayaan Wali Kota Madiun turut menjadi perhatian. OTT tersebut diduga berkaitan dengan praktik uang jatah atau fee proyek serta pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.
"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," ujar Budi.
KPK menyatakan, dari 15 orang yang diamankan, sembilan di antaranya, termasuk Maidi, langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Selain itu, tim penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai.
"Selain itu, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah," jelas Budi.
Di tengah proses hukum yang berjalan, data Kekayaan Wali Kota Madiun merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Maidi pada 2 April 2025. Dalam laporan tersebut, Maidi tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 16.926.129.519.
Berdasarkan rincian LHKPN, mayoritas harta Maidi berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp 16.074.000.000. Aset tersebut tersebar di sejumlah lokasi dan menjadi komponen terbesar dalam total kekayaannya.
Selain properti, Maidi juga melaporkan kepemilikan alat transportasi berupa mobil dan sepeda motor dengan nilai total Rp 647.000.000. Ia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 95.825.000.
Dalam laporan yang sama, Maidi melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp 1.408.588.959. Namun, terdapat pula kewajiban berupa utang yang nilainya mencapai Rp 1.299.284.440.
Seluruh data tersebut tercantum resmi dalam LHKPN dan menjadi gambaran Kekayaan Wali Kota Madiun sebelum kasus OTT KPK ini mencuat ke publik.
Berita Terkait
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
KPK Bongkar SDB Pejabat Bea Cukai, Sita Emas dan Valas Rp2 Miliar
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026
-
Momentum Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis & Sembako untuk Ojol Perempuan di Malang
-
Holding Ultra Mikro BRI Percepat Inklusi Keuangan dan Naik Kelas Debitur PNM
-
Gugatan Rp7 Miliar Ressa Terhadap Denada Kandas: Hakim PN Banyuwangi Sebut Salah Alamat
-
Ribuan Jemaah Embarkasi Surabaya Terbang ke Tanah Suci, 2 Orang Terpaksa Tertunda Karena Sakit