- Uang palsu di Pasuruan dicetak di Subang Jawa Barat.
- Kasus terbongkar berkat kecurigaan warga desa.
- Polisi ungkap jaringan lintas provinsi uang palsu.
SuaraJatim.id - Kasus peredaran uang palsu di Pasuruan kembali mengemuka setelah aparat kepolisian berhasil membongkar jaringan peredaran yang meresahkan warga.
Pengungkapan ini membuka fakta bahwa uang palsu yang beredar di wilayah Kabupaten Pasuruan ternyata diproduksi di luar daerah, tepatnya di Subang, Jawa Barat.
Peredaran Uang Palsu di Pasuruan ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat kecil. Polisi pun bergerak cepat mengembangkan kasus hingga lintas provinsi, sekaligus menelusuri jalur distribusi dan pelaku utama di balik kejahatan pemalsuan mata uang tersebut.
Berikut lima fakta penting dalam kasus Uang Palsu di Pasuruan yang berhasil dihimpun dari keterangan resmi kepolisian.
1. Terbongkar dari Transaksi di Warung Desa
Kasus ini bermula saat seorang pria berinisial WH (31) tertangkap tangan oleh warga ketika mencoba bertransaksi di sebuah warung di Desa Winong, Kabupaten Pasuruan.
Kecurigaan warga muncul setelah pelaku menggunakan uang pecahan seratus ribu rupiah yang diduga tidak asli.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat. Petugas Unit Reskrim Polsek Gempol yang tiba di lokasi langsung mengamankan WH beserta barang bukti berupa beberapa lembar uang palsu yang dibawanya.
2. Apresiasi Polisi atas Peran Masyarakat
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengapresiasi sinergi antara warga dan petugas dalam pengungkapan kasus ini. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan aparat dalam memberantas kejahatan uang palsu.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan uang palsu karena ini sangat merugikan masyarakat kecil dan stabilitas nilai mata uang kita,” tegas Harto, dikutip dari BeritaJatim, Selasa (20/1/2026).
3. Jaringan Pemasok di Jawa Timur
Pengembangan penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan. Polisi kemudian meringkus MF (35) dan RG yang diduga berperan sebagai pemasok utama Uang Palsu di Pasuruan dan wilayah lain di Jawa Timur.
Keduanya disebut sebagai penghubung antara produsen dan pengecer. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa uang palsu tersebut diedarkan ke sejumlah daerah dengan sistem pemesanan.
4. Diproduksi di Subang Jawa Barat
Berita Terkait
-
Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg
-
Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim
-
Serahkan Bukti ke Polisi, Pengacara Beberkan Kronologi Temuan 340 Ribu Dolar Singapura
-
Pabrik Subang Beroperasi BYD Pastikan Tidak Ada Lagi Mobil Impor CBU
-
Seleksi PPAN Jatim 2026 Resmi Dibuka, Pemuda Terpilih Berkesempatan Mewakili di Tingkat Nasional
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem
-
Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya
-
Hanya Berjarak 15 Km dari Rumah, Lansia di Jombang Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Truk
-
Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang