-
Upah rendah mendorong pekerja bekerja melebihi batas kemampuan.
-
Sektor informal dominan dan perlindungan kerja masih sangat terbatas.
-
Jam kerja panjang tidak otomatis meningkatkan produktivitas.
SuaraJatim.id - Fenomena overwork atau bekerja dengan jam kerja berlebihan di Indonesia kian menguat seiring persoalan upah rendah yang masih membayangi dunia ketenagakerjaan nasional.
Kondisi ini membuat banyak pekerja harus bekerja melampaui batas kemampuan fisik dan mental demi memenuhi kebutuhan hidup.
Masalah upah rendah tidak berdiri sendiri. Jam kerja panjang, beban kerja berat, hingga minimnya jaminan sosial saling berkaitan dan mendorong pekerja terjebak dalam pola kerja berlebihan. Data resmi menunjukkan fenomena ini bukan kasus individual, melainkan persoalan struktural.
Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, 25,47 persen pekerja Indonesia bekerja lebih dari 49 jam per minggu. Angka ini memperkuat indikasi bahwa upah rendah menjadi pemicu utama pekerja memperpanjang jam kerja.
Berikut lima fakta upah rendah yang mendorong fenomena overwork di Indonesia.
1. Upah Rendah Memaksa Pekerja Menambah Jam Kerja
Kondisi upah rendah membuat banyak pekerja tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup hanya dari satu pekerjaan. Akibatnya, jam kerja diperpanjang atau pekerja mengambil lembur secara berlebihan.
Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, menilai pekerja kerap bekerja melampaui batas bukan karena pilihan pribadi, melainkan keterpaksaan ekonomi akibat pendapatan yang belum layak.
2. Dominasi Sektor Informal Perparah Masalah Upah Rendah
Struktur pasar tenaga kerja Indonesia masih didominasi sektor informal yang identik dengan upah rendah, minim perlindungan, dan jam kerja tidak teratur. Kondisi ini membuat pekerja rentan mengalami overwork.
“Overwork merupakan kombinasi dari rendahnya kualitas pekerjaan, upah yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak, dan tingginya informalitas tenaga kerja di Indonesia,” ujar Wisnu dalam siaran persnya Rabu (28/1/2026).
3. Jam Kerja Panjang Tidak Sejalan dengan Produktivitas
Meski jam kerja panjang kerap dianggap meningkatkan output, realitas menunjukkan sebaliknya. Produktivitas per jam kerja di Indonesia masih relatif rendah dibanding negara ASEAN lainnya, meski jam kerja lebih panjang.
“Jam kerja panjang berpotensi menurunkan efektivitas kerja akibat kelelahan, menurunnya konsentrasi, serta meningkatnya risiko gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja,” jelasnya.
4. Upah Rendah Mendorong Fenomena Multiple Jobs
Berita Terkait
-
BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru
-
Apakah Karyawan Swasta Bisa Dapat BSU 2026? Cek Aturan Permenaker Terbaru
-
Bocoran Jadwal dan Mekanisme Penetapan UMP 2027
-
Usut Kasus Dugaan Upah Pungut, KPK Periksa Wabup dan Sekda Bogor
-
KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia
-
Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi
-
Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang
-
Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah