Riki Chandra
Senin, 09 Februari 2026 | 20:42 WIB
Mayat pria di Banyuwangi saat ditemukan tewas di lubang bekas tambang. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  • Apris ditemukan meninggal setelah menyelam mencari ikan nila malam.

  • Korban diduga tersangkut ganggang, evakuasi dibantu warga sekitar lokasi.

  • Polisi lakukan identifikasi usai laporan penemuan jenazah korban.

SuaraJatim.id - Peristiwa remaja Banyuwangi tenggelam terjadi di kolam bekas tambang galian C di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Senin (9/2/2026).

Seorang pemuda bernama Apris Oreza (24) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menyelam bersama dua orang rekannya.

Kejadian remaja Banyuwangi tenggelam ini bermula saat korban bersama dua temannya berangkat dari rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka memiliki tujuan mencari ikan nila di area kolam bekas galian C tersebut dengan cara menyelam.

Setibanya di lokasi, ketiganya langsung masuk ke air. Dalam peristiwa remaja Banyuwangi tenggelam itu, mereka tidak menggunakan pelampung dan hanya mengandalkan senter kepala sebagai sumber penerangan di tengah kondisi gelap.

Beberapa menit kemudian, dua rekan korban berhasil berenang ke sisi seberang kolam. Saat berada di tepian, keduanya menyadari cahaya senter milik Apris yang sebelumnya terlihat di tengah kolam mendadak tidak bergerak.

“Karena curiga, salah satu teman korban mendekati cahaya senter dan melihat korban sudah tenggelam,” ujar Kapolsek Rogojampi, Kompol Imron, dikutip dari BeritaJatim, Senin (9/2/2026).

Mengetahui kondisi tersebut, para saksi berupaya memberikan pertolongan. Namun proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Kaki korban diduga tersangkut ganggang yang berada di dasar kolam sehingga menyulitkan evakuasi.

Karena tidak berhasil mengevakuasi, kedua rekan Apris akhirnya memilih menepi. Mereka kemudian meminta bantuan warga sekitar agar proses pengangkatan korban bisa segera dilakukan.

Warga yang datang ke lokasi selanjutnya membantu melakukan evakuasi dari dalam kolam bekas tambang. Setelah berhasil diangkat, korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Usai dievakuasi, jasad Apris langsung dibawa menuju rumah duka. Sementara itu aparat kepolisian melakukan pendalaman dengan meminta keterangan para saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Usai dilakukan evakuasi, warga melapor kepada kami. Selanjutnya kami melakukan identifikasi terkait penemuan jenazah di kolam bekas galian C tersebut,” pungkas Kompol Imron.

Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan informasi tambahan guna mengetahui secara pasti rangkaian kejadian dalam insiden remaja Banyuwangi tenggelam di kolam bekas tambang tersebut.

Load More