- 34 pria jalani sidang dan jaksa bacakan dakwaan pornografi.
- Kasus terungkap dari laporan warga, polisi lakukan penggerebekan.
- Undangan tersebar luas, barang bukti disita aparat.
SuaraJatim.id - Sidang pesta seks sesama jenis di Surabaya resmi bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (9/2/2026). Sebanyak 34 pria yang terjaring penggerebekan di sebuah hotel harus duduk di kursi terdakwa setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan secara rinci di hadapan majelis hakim.
Dalam sidang pesta seks sesama jenis di Surabaya tersebut, para terdakwa disebut melakukan serta mempertontonkan perbuatan cabul dan aktivitas seksual bermuatan pornografi secara terencana. Peristiwa ini sebelumnya menyita perhatian publik karena jumlah peserta yang banyak serta dugaan adanya pengorganisasian kegiatan.
Agenda pembacaan dakwaan mengurai bagaimana kegiatan itu berlangsung, mulai dari penyebaran undangan, pembagian peran, hingga barang bukti yang diamankan aparat saat penggerebekan dilakukan.
Berikut fakta-faktanya.
1. Dakwaan dibacakan pada sidang perdana
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Surabaya memaparkan dakwaan terhadap 34 pria yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sidang perdana menjadi pintu awal proses hukum setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.
Dalam persidangan, jaksa menyebut para terdakwa diduga kuat melakukan dan mempertontonkan perbuatan cabul yang mengandung unsur pornografi. Seluruh uraian disampaikan secara sistematis di depan majelis hakim.
“Para terdakwa dengan sadar telah mempertontonkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, serta persenggamaan sesama jenis dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang,” kata JPU Deddy Arisandi.
2. Terjadi di dua kamar hotel
Perkara ini terjadi di Hotel Midtown Residence Surabaya pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025. Lokasi kegiatan berada di dua kamar berbeda, yakni kamar 1601 dan 1602.
Jaksa menjelaskan pemilihan lokasi dilakukan sebagai bagian dari perencanaan kegiatan. Dari dua kamar itulah aparat kemudian mengamankan puluhan orang saat penggerebekan berlangsung.
3. Terungkap dari laporan masyarakat
Kasus ini bermula dari informasi yang diterima Polrestabes Surabaya mengenai rencana kegiatan yang disebut akan digelar secara masif. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
Setelah memastikan keberadaan acara, petugas melakukan penggerebekan di lokasi. Sebanyak 34 orang berhasil diamankan dan selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum.
4. Undangan disebar lewat grup dan media sosial
Berita Terkait
-
Pulih dari Cedera, Catur Pamungkas Siap Kembali Bela Persebaya Surabaya
-
Bos Aplikasi Dewasa Onlyfans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia di Usia Muda
-
Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen
-
Whoosh ke Surabaya: Ambisi Melaju Kilat di Atas Tumpukan Utang Negara
-
Rasisme Muncul Terus di Liga Indonesia, Arya Sinulingga: Ironis
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Geopolitik Global Tekan Pasar Energi, BRI Perketat Manajemen Risiko
-
Gunung Semeru Menggeliat Dua Kali: Erupsi 1.000 Meter, Warga Lumajang-Malang Diimbau Siaga Level III
-
Gubernur Khofifah Terima Perwakilan Suku Tengger, Inisiasi Langkah Strategis Perda Masyarakat Adat
-
BRI dan UMKM Lokal: Inilah Kisah Ayam Panggang Bu Setu di Magetan yang Berjaya Lebih Dari 30 Tahun
-
Penemuan Jenazah Karyawan Bank di Mojokerto, Polisi Ungkap Murni Karena Sakit