-
Buruh rokok dan petani tembakau sampaikan delapan tuntutan bersama ke Pemkab Pamekasan.
-
Massa desak kebijakan SKM harga Rp250 tekan rokok ilegal.
-
Penindakan Bea Cukai diminta utamakan pembinaan pelaku usaha.
SuaraJatim.id - Gelombang aksi dari buruh rokok Pamekasan dan pengusaha tembakau menggema di depan Kantor Pemkab Pamekasan, Jawa Timur (Jatim), Selasa (10/2/2026).
Massa yang tergabung dalam Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM) memadati Jalan Kabupaten sambil membawa poster serta spanduk berisi delapan tuntutan kepada pemerintah.
Dalam aksi itu, buruh rokok Pamekasan meminta pemerintah menunjukkan keberpihakan nyata terhadap masyarakat kecil. Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap keberlangsungan ekonomi petani tembakau serta pekerja pabrik rokok lokal yang selama ini menggantungkan hidup dari industri hasil tembakau.
Selain itu, buruh rokok Pamekasan juga menyoroti kebutuhan kebijakan konkret dari pemerintah pusat. Salah satu poin utama yang disuarakan adalah dorongan penerbitan aturan Sigaret Kretek Mesin (SKM) kelas tiga dengan harga Rp250 per batang, yang diyakini mampu menekan peredaran rokok ilegal sekaligus menjaga industri legal berskala kecil.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat. Para peserta aksi bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Mereka menilai, sektor tembakau Madura memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah dan menyerap ribuan tenaga kerja.
“Selama ini sektor tembakau Madura memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja. Terlebih kebijakan saat ini justru tidak berpihak dan bahkan dapat berdampak fatal bagi keberlanjutan usaha rakyat,” kata salah satu orator aksi, Kholil, dikutip dari BeritaJatim.
Menurutnya, kebijakan SKM kelas tiga dengan harga Rp250 per batang dapat menjadi solusi untuk menekan rokok ilegal. Kebijakan tersebut juga dianggap mampu menjaga keberlangsungan pabrik rokok legal skala kecil yang hidup berdampingan dengan para petani.
“Pemerintah pusat harus memberikan perhatian khusus terhadap tembakau Madura, sebab industri ini menyangkut hajat hidup petani dan buruh. Jika kebijakannya tidak berpihak, yang menjadi korban adalah masyarakat kecil,” tegasnya.
“Bagaimanapun SKT ini merupakan nyawa ekonomi Madura, sebab dari sanalah ribuan orang bisa bekerja, sehingga kami berharap pemerintah pusat menambah kuota SKT khusus, terutama untuk Madura,” ungkapnya.
Massa juga menyinggung penindakan aparat penegak hukum dan Bea Cukai. Mereka menilai langkah di lapangan kerap terkesan arogan dan berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil.
“Kami minta tidak ada lagi penangkapan liar di jalan. Undang-Undang Menteri Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 1 dan 2 sudah jelas mengatur bahwa Bea Cukai harus mengedepankan pembinaan dan mempermudah perizinan bagi pelaku usaha,” pungkasnya.
Di akhir aksi, buruh rokok Pamekasan berharap tuntutan mereka menjadi perhatian pemerintah agar roda ekonomi tembakau Madura tetap berjalan dan memberi kepastian bagi para pekerja maupun petani.
Berita Terkait
-
Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Boni Hargens Soroti Aksi 24 September: Polri Mampu Jaga Ruang Demokrasi
-
11 Tuntutan Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Tolak Outsourcing hingga Aturan Cuti Haid
-
Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Money Changer, Tukar Valas Kini Lebih Mudah di Lokasi Terdekat
-
Nekat! Kecanduan Judi Online, Dua Remaja Bobol 13 Sekolah di Tuban-Rembang
-
Pilu! Hilang Dini Hari, Mbah Lastri Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Magetan
-
BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda
-
Kurir Sabu 1,1 Kilogram Dibekuk Polres Malang, Ekstasi dan Cartridge Etomidate Ikut Disita