- Gus Idris bantah tuduhan dan belum terima panggilan polisi resmi.
- Korban mengaku di media sosial dan kasus cepat viral luas.
- Kuasa hukum pastikan klien kooperatif jika proses berjalan.
SuaraJatim.id - Isu dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Muhammad Idris AlMarbawy atau Gus Idris menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Gus Idris menyatakan belum menerima panggilan resmi dari kepolisian terkait kabar yang menyebut adanya laporan terhadap dirinya.
Viralnya dugaan pelecehan seksual tersebut bermula dari pengakuan seorang talent perempuan yang merasa menjadi korban. Ia membagikan ceritanya melalui akun media sosial hingga menyebar luas dan menuai beragam reaksi.
Meski demikian, Gus Idris menegaskan bahwa sampai sekarang belum ada surat yang masuk kepadanya maupun tim kuasa hukum.
“Sejauh ini belum ada. Undangan buat kita belum masuk. Tadi saya tanyakan ke kuasa hukum saya juga belum ada,” ujar Gus Idris, dikutip dari BeritaJatim, Sabtu (14/2/2026).
Gus Idris menyampaikan dirinya akan tetap mengikuti prosedur yang berlaku apabila memang ada proses hukum berjalan. Ia juga menyoroti bahwa pada unggahan awal di media sosial tidak dijelaskan secara rinci siapa sosok “Gus” yang dimaksud.
“Kalaupun ada yang melaporkan atas nama saya, ya kita ikuti proses hukum. Insya Allah kita kooperatif,” tambahnya.
Menurutnya, beredarnya isu tersebut membawa dampak terhadap aktivitasnya sebagai pendakwah. Ia menyebut tudingan yang muncul sangat sensitif dan berpengaruh pada kegiatan keagamaan yang selama ini dijalankannya.
“Dengan isu yang beredar ini otomatis sangat merugikan kami. Apalagi kami ini aktivitasnya dakwah,” bebernya.
Terkait kabar pemberhentian salah satu staf di dalam manajemennya, Gus Idris menerangkan bahwa hal itu merupakan persoalan internal dan tidak berkaitan langsung dengan polemik yang ramai di publik. Ia menyebut adanya miskomunikasi karena tidak ada koordinasi dengan dirinya sebagai pemilik.
“Ada konflik intern di manajemen. Tidak koordinasi dengan kami selaku owner, akhirnya terjadi miskomunikasi. Yang bersangkutan sudah kami nonaktifkan,” jelasnya.
Ia pun menduga persoalan tersebut bisa saja memicu munculnya kegaduhan saat ini, meskipun ia menegaskan hal itu masih sebatas praduga.
“Ya sementara praduga saya ke situ. Tapi kita tidak tahu lagi. Mungkin ada kecewa atau sakit hati,” ujarnya.
Kuasa hukum Gus Idris, Guntur Abdi Putra Wijaya, menyatakan pihaknya hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi dari aparat penegak hukum mengenai laporan yang beredar. Namun, ia memastikan kliennya akan mengikuti proses yang ada.
“Sampai saat ini kami belum menerima surat undangan dari kepolisian untuk klarifikasi atau apa pun. Namun jika memang ada proses hukum, kami akan mengikuti,” katanya.
Berita Terkait
-
Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Sejumlah Rekening Tempat Penampungan Uang Setoran
-
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD
-
Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan
-
Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa
-
Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya
-
JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?
-
Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk
-
Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut
-
Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi