- Erupsi Semeru picu hujan abu dua hari, warga batuk pilek.
- Awan panas tiga kilometer, kolom asap seribu meter dari kawah.
- Hujan abu Pasrujambe mereda setelah arah angin kencang bergeser utara.
SuaraJatim.id - Aktivitas erupsi Gunung Semeru kembali berdampak pada wilayah permukiman warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim).
Erupsi Gunung Semeru menyebabkan hujan abu yang mengguyur Kecamatan Pasrujambe selama dua hari terakhir, membuat sebagian warga merasakan dampak langsung dari abu vulkanik yang terbawa angin.
Peristiwa erupsi Gunung Semeru tersebut terjadi setelah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Selasa (10/3/2026) sore. Aktivitas tersebut memicu luncuran awan panas dengan jarak sekitar 3 kilometer dari puncak kawah.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi Gunung Semeru berlangsung selama 4 menit 59 detik. Dalam laporan itu disebutkan amplitudo maksimal letusan mencapai 12 milimeter.
Selain awan panas, erupsi juga disertai kolom asap yang menjulang hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko. Kolom asap tersebut terlihat membumbung tinggi dan menjadi indikasi kuat aktivitas vulkanik yang terjadi di Gunung Semeru.
Dampak dari aktivitas tersebut mulai dirasakan warga di sekitar lereng gunung, terutama di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Abu vulkanik yang terbawa angin turun ke wilayah permukiman dan menyebabkan hujan abu selama dua hari berturut-turut.
Riffa, warga Kecamatan Pasrujambe, mengatakan hujan abu sudah terjadi sejak dua hari terakhir di wilayah tempat tinggalnya. Ia menyebut intensitas hujan abu sempat terasa cukup tebal, terutama pada malam hari.
“Jadi, tadi malam itu hujan abu lumayan deras, terasa di kulit kalau keluar rumah, tapi tidak kelihatan karena gelap. Ini sudah dua harian hujan abu,” terang Riffa, dikutip dari BeritaJatim, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, abu vulkanik tersebut cukup terasa ketika mengenai kulit, meskipun pada malam hari sulit terlihat karena kondisi gelap. Warga setempat juga mulai merasakan dampak kesehatan akibat paparan abu tersebut.
Ia menyebut beberapa warga mulai mengalami gejala batuk dan pilek yang diduga dipicu oleh paparan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Semeru.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugrogo, menjelaskan bahwa hujan abu yang sebelumnya terjadi di wilayah Pasrujambe saat ini sudah berhenti.
Menurut Isnugrogo, kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan arah angin yang bertiup cukup kencang ke arah utara sehingga sebaran abu tidak lagi mengarah ke wilayah permukiman warga.
“Saat ini sudah berhenti hujan abunya karena angin bertiup cukup kencang ke arah utara. Tapi, kami imbau warga agar tetap hati-hati dan gunakan masker atau sapu tangan kalau keluar rumah,” ungkapnya.
Meski hujan abu telah mereda, masyarakat di sekitar lereng gunung tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan dari erupsi Gunung Semeru, termasuk paparan abu vulkanik yang masih bisa terbawa angin.
Berita Terkait
-
Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain
-
Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan
-
Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter
-
Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
Terkini
-
Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan
-
Bantuan Pangan di Tulungagung Tak Tersalur 100 Persen, Ini Penyebabnya
-
Disorot Publik, Gibran Akhirnya Mundur dari Jabatan
-
Makin Seru! Rayakan Sumpah Pemuda dengan Deretan Promo BRI
-
Baru Pulang Haji Bersama, Istri Sah Syok Suami Bakar Selingkuhan dan Balita di Kebun Bonsai