- Imam Besar MAS Surabaya mengajak jamaah menjadi Muslim berdampak positif bagi masyarakat pasca-Ramadhan 1447 H.
- Muslim berdampak diartikan sebagai manusia bermanfaat bagi sesama, solusi masalah kemanusiaan, dan lingkungan sekitar.
- Dampak positif dapat dicapai melalui kontribusi ilmu, pemikiran, tenaga, bahkan kebijakan yang menyejahterakan masyarakat luas.
SuaraJatim.id - Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) Prof Dr HM Ali Azis mengajak jamaah menjadi Muslim berdampak pasca-Ramadhan dalam khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah di masjid tersebut di Surabaya.
"Puasa Ramadhan selama satu bulan telah melatih kita untuk menahan hawa nafsu dan memperbanyak sedekah. Itu berarti, kita dilatih Ramadhan menjadi Muslim berdampak, yaitu Muslim yang memberi kontribusi kepada masyarakat," katanya, Sabtu (21/3).
Khutbah disampaikan dalam Shalat Idul Fitri yang diikuti Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak, serta sekitar 50.000 umat.
Dalam khutbah setelah Shalat Idul Fitri yang dipimpin KH Abdul Hamid Abdullah M.Si, ia menjelaskan ”berdampak” dalam hadis disebut "Anfa'uhum Linnas" atau manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Dalam Al Qur’an (21: 106), Muslim berdampak itu disebut rahmatan lil ’alamin atau problem solver yang merupakan Muslim pemberi solusi atau kebahagiaan dalam masalah kemanusiaan, baik sesama Muslim maupun non-Muslim, serta lingkungan," katanya.
Dia menambahkan lawan katanya adalah muslim la’natan lil alamin atau problem maker yaitu Muslim yang selalu membuat masalah di tengah masyarakat dan lingkungan.
Ia mengharapkan spirit Ramadhan melahirkan Muslim berdampak seperti Al-Khawarizmi (Bapak Aljabar/Algoritma), Ibnu Sina di bidang kedokteran, serta tokoh Indonesia KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan KH Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama/NU).
"Patut kita syukuri, di Jawa Timur, telah lahir anak muda asal Madura, Dr. Achmad Syaifuddin yang masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia dan masuk peringkat ke-17 di dunia yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier BV Belanda pada 19 September 2025," katanya.
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) tersebut pada 2021–2025 mencatat prestasi internasional melalui teknologi UNUSA-Water, yakni sistem filtrasi bertingkat berbahan alam yang mampu mengubah air kotor menjadi air layak minum dan sanitasi.
Baca Juga: Gus Rifqil Ajak Gen Z di Kajian Adem Ramadan untuk Indonesia Aman
"Betapa besar manfaatnya untuk masyarakat Indonesia, mengubah air kotor dan najis menjadi air yang bersih dan suci. Berapa juta orang yang diselamatkan dari kekurangan air," katanya.
Menurut Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu, berdampak tidak harus menjadi peneliti, melainkan dapat melalui sedekah tenaga, pemikiran, maupun ilmu.
Menurutnya, sedekah paling berharga bagi penguasa atau legislatif adalah kebijakan atau keputusan penting yang menyangkut masa depan jutaan manusia.
"Melalui mimbar ini, saya menyampaikan apresiasi kepada Bapak Presiden RI dan Wakil Presiden, dan semua anggota DPR yang melahirkan keputusan dan undang-undang yang menyejahterakan masyarakat. Itulah sedekah sesuai peran dan posisi kita, yang bermanfaat bagi semuanya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S
-
Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter
-
Empat Residivis Curanmor Dibekuk Jatanras Polda Jatim, 13 Motor Jadi Sasaran
-
Pilu! Korban KM Virgo Transport 8 Dimakamkan di Madiun, Tinggalkan Istri dan Empat Anak
-
Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI