- Kepala Desa Pakel, Sampurno, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh belasan pria tidak dikenal di kediamannya, Lumajang, Rabu (15/4/2026).
- Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari 15 orang melancarkan serangan menggunakan celurit secara terorganisir setelah berpura-pura bertamu.
- Sampurno mengalami luka bacok serius pada kepala dan punggung, namun kini kondisinya mulai stabil setelah menjalani perawatan intensif.
SuaraJatim.id - Pintu rumah Sampurno (45) selalu terbuka bagi siapa saja. Sebagai Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, menerima tamu adalah rutinitas pengabdiannya.
Namun, pada Rabu siang (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, keramahtamahan itu justru menjadi pintu masuk bagi sebuah maut yang hampir merenggut nyawanya.
Sebuah serangan brutal yang direncanakan secara rapi terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV). Di sana, sebuah pertemuan yang awalnya tampak hangat berubah menjadi "padang pembantaian" dalam hitungan detik.
Awalnya, suasana di ruang tamu Sampurno terlihat normal. Sang Kades menyambut rombongan tamu yang jumlahnya tak biasa, diperkirakan lebih dari 15 orang. Tanpa rasa curiga sedikit pun, Sampurno menjamu mereka seperti layaknya warga yang ingin menyampaikan aspirasi.
"Korban mengira puluhan orang yang datang ke rumahnya hendak bertamu seperti biasa," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Adinata, Kamis (16/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Namun, ketenangan itu hanyalah kedok. Di tengah perbincangan, ketegangan mulai muncul. Cekcok mulut pecah, dan sebelum Sampurno sempat menyadari bahaya yang mengintai, salah satu tamu berdiri. Bukan untuk berpamitan, melainkan untuk mencabut sebilah celurit dari balik pakaiannya.
Bak komando tempur, aksi satu orang tersebut langsung diikuti oleh rombongan lainnya. Belasan pria misterius itu serentak berdiri dan meluncurkan serangan membabi buta. Pukulan dan sabetan senjata tajam menghujani tubuh sang Kades di rumahnya sendiri.
Para pelaku diduga kuat bukan kelompok amatir. Mereka datang secara terorganisir menggunakan dua unit mobil dan beberapa sepeda motor, lalu melarikan diri dengan cepat usai memastikan korbannya terkapar bersimbah darah.
"Pelaku lebih dari 10 orang, datang menggunakan dua mobil. Kami menduga ini adalah aksi yang direncanakan," tambah AKP Pras.
Baca Juga: Jejak Rokok dan Cambukan di Punggung: Tragedi Pilu Anak TK Dianiaya Ayah Tiri di Lumajang
Akibat pengeroyokan brutal tersebut, Sampurno menderita luka bacok serius di bagian kepala dan punggung sebelah kanan.
Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan. Setelah menjalani perawatan intensif, kondisi sang Kades dilaporkan mulai stabil dan sudah bisa diajak berkomunikasi.
Kini, tim buru sergap dari Polres Lumajang tengah bekerja ekstra keras. Identitas belasan pria tersebut masih menjadi misteri karena mereka langsung membawa lari senjata tajam yang digunakan untuk menyerang korban.
Berita Terkait
-
Jejak Rokok dan Cambukan di Punggung: Tragedi Pilu Anak TK Dianiaya Ayah Tiri di Lumajang
-
Mahameru Bergejolak: Rentetan Erupsi Beruntun Jumat Pagi dan Ancaman Lahar yang Mengintai
-
Sempat Lumpuh Total Diterjang Longsor, Akses Utama Malang-Lumajang Kini Sudah Bisa Dilalui
-
6 Destinasi Wisata Lumajang untuk Libur Lebaran 2026, Surga Alam Eksotis di Kaki Semeru
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Milik PT SGN, Optimis Capai Target Swasembada Lebih Cepat
-
Dua Dekade Lumpur Sidoarjo: Ekosistem Sungai Porong yang Tercekik dan Ikan yang Terdeformasi