Wakos Reza Gautama
Kamis, 16 April 2026 | 10:59 WIB
Ilustrasi Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno (45), menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di rumahnya sendiri pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Kepala Desa Pakel, Sampurno, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh belasan pria tidak dikenal di kediamannya, Lumajang, Rabu (15/4/2026).
  • Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari 15 orang melancarkan serangan menggunakan celurit secara terorganisir setelah berpura-pura bertamu.
  • Sampurno mengalami luka bacok serius pada kepala dan punggung, namun kini kondisinya mulai stabil setelah menjalani perawatan intensif.

SuaraJatim.id - Pintu rumah Sampurno (45) selalu terbuka bagi siapa saja. Sebagai Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, menerima tamu adalah rutinitas pengabdiannya.

Namun, pada Rabu siang (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, keramahtamahan itu justru menjadi pintu masuk bagi sebuah maut yang hampir merenggut nyawanya.

Sebuah serangan brutal yang direncanakan secara rapi terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV). Di sana, sebuah pertemuan yang awalnya tampak hangat berubah menjadi "padang pembantaian" dalam hitungan detik.

Awalnya, suasana di ruang tamu Sampurno terlihat normal. Sang Kades menyambut rombongan tamu yang jumlahnya tak biasa, diperkirakan lebih dari 15 orang. Tanpa rasa curiga sedikit pun, Sampurno menjamu mereka seperti layaknya warga yang ingin menyampaikan aspirasi.

"Korban mengira puluhan orang yang datang ke rumahnya hendak bertamu seperti biasa," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Adinata, Kamis (16/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Namun, ketenangan itu hanyalah kedok. Di tengah perbincangan, ketegangan mulai muncul. Cekcok mulut pecah, dan sebelum Sampurno sempat menyadari bahaya yang mengintai, salah satu tamu berdiri. Bukan untuk berpamitan, melainkan untuk mencabut sebilah celurit dari balik pakaiannya.

Bak komando tempur, aksi satu orang tersebut langsung diikuti oleh rombongan lainnya. Belasan pria misterius itu serentak berdiri dan meluncurkan serangan membabi buta. Pukulan dan sabetan senjata tajam menghujani tubuh sang Kades di rumahnya sendiri.

Para pelaku diduga kuat bukan kelompok amatir. Mereka datang secara terorganisir menggunakan dua unit mobil dan beberapa sepeda motor, lalu melarikan diri dengan cepat usai memastikan korbannya terkapar bersimbah darah.

"Pelaku lebih dari 10 orang, datang menggunakan dua mobil. Kami menduga ini adalah aksi yang direncanakan," tambah AKP Pras.

Baca Juga: Jejak Rokok dan Cambukan di Punggung: Tragedi Pilu Anak TK Dianiaya Ayah Tiri di Lumajang

Akibat pengeroyokan brutal tersebut, Sampurno menderita luka bacok serius di bagian kepala dan punggung sebelah kanan.

Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan. Setelah menjalani perawatan intensif, kondisi sang Kades dilaporkan mulai stabil dan sudah bisa diajak berkomunikasi.

Kini, tim buru sergap dari Polres Lumajang tengah bekerja ekstra keras. Identitas belasan pria tersebut masih menjadi misteri karena mereka langsung membawa lari senjata tajam yang digunakan untuk menyerang korban.

Load More