- Gunung Semeru mengalami empat kali erupsi pada Jumat pagi (3/4/2026) dengan menyemburkan kolom abu hingga 1.200 meter.
- Otoritas menetapkan status Level III Siaga serta melarang aktivitas warga dan wisatawan dalam radius 13 kilometer dari puncak.
- Masyarakat harus mewaspadai ancaman awan panas dan aliran lahar dingin yang berpotensi menerjang sungai di sekitar Gunung Semeru.
SuaraJatim.id - Di saat sebagian besar warga masih terlelap dalam dinginnya udara pagi, "Atap Pulau Jawa", Gunung Semeru, justru menunjukkan geliat kegarangannya.
Pada Jumat (3/4/2026) pagi, gunung api setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami rentetan erupsi sebanyak empat kali, melemparkan kolom abu vulkanik hingga setinggi 1.200 meter ke angkasa.
Geliat pertama terekam sesaat setelah tengah malam, tepat pukul 00.32 WIB. Meski visualnya tersembunyi di balik kegelapan malam, seismograf mencatat getaran hebat dengan amplitudo maksimum 22 mm selama 155 detik. Itu hanyalah awal dari rangkaian "napas api" Semeru sepanjang pagi ini.
Memasuki pukul 04.02 WIB, Semeru kembali bergejolak. Kali ini, kolom abu putih kelabu setinggi 1.000 meter terlihat jelas menyembur, bergerak perlahan tertiup angin ke arah barat. Tak berselang lama, tepat pukul 04.20 WIB dan disusul kembali pukul 05.47 WIB, intensitas letusan meningkat.
"Tinggi kolom letusan teramati mencapai 1.200 meter di atas puncak," lapor Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Dalam dua letusan terakhir tersebut, kolom abu tebal tampak menyelimuti arah barat dan barat daya, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus mencekam di cakrawala Lumajang.
Dengan status yang masih tertahan di Level III (Siaga), pihak otoritas mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat dan wisatawan.
Gunung Semeru saat ini bukan sekadar pemandangan indah yang bisa didekati. Ia adalah ancaman nyata bagi siapa pun yang nekat melanggar radius aman.
Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
Baca Juga: Sempat Lumpuh Total Diterjang Longsor, Akses Utama Malang-Lumajang Kini Sudah Bisa Dilalui
"Jarak 13 kilometer dari puncak adalah zona merah yang harus dikosongkan dari aktivitas manusia," tegas Sigit dalam laporannya.
Selain ancaman langsung dari kawah, bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin kini menghantui sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi perluasan awan panas bahkan bisa menjangkau hingga jarak 17 kilometer dari pusat erupsi.
Bagi mereka yang berada di luar zona aliran sungai, kewaspadaan tetap tidak boleh kendor. Radius 5 kilometer dari puncak harus steril, mengingat risiko lontaran batu pijar yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sempat Lumpuh Total Diterjang Longsor, Akses Utama Malang-Lumajang Kini Sudah Bisa Dilalui
-
Gunung Semeru Menggeliat Dua Kali: Erupsi 1.000 Meter, Warga Lumajang-Malang Diimbau Siaga Level III
-
6 Destinasi Wisata Lumajang untuk Libur Lebaran 2026, Surga Alam Eksotis di Kaki Semeru
-
Erupsi Gunung Semeru Picu Hujan Abu di Lumajang, Warga Batuk dan Pilek
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Modal Rp19 Juta, Ini Upaya BRILink Agen Ria Irawan yang Kini Berbuah Manis
-
Menguak Episentrum Ledakan Pakuwon City: Tabung Elpiji 50 Kg dan Kompor Diangkut Labfor
-
Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar
-
Bukan Bom! Gegana Ungkap Biang Kerok Ledakan Pakuwon City yang Hancurkan 41 Bangunan
-
Cerita Mencekam Saksi Mata Selamat dari Ledakan Ruko di Pakuwon City: Lihat Karyawan Terbakar