SuaraJatim.id - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI TB Ace Hasan Syadzily memuji keberhasilan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, hingga ketahanan pangan nasional. Jawa Timur bahkan dinilai menjadi role model penguatan SDM dan ketahanan pangan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lemhanas TB Ace Hasan Syadzily saat menghadiri Lemhannas Goes to Campus di Universitas KH Abdul Chalim, Ponpes Amanatul Umah Pacet, Mojokerto, Selasa (12/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan Jawa Timur merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh elemen, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, perguruan tinggi, pesantren hingga masyarakat.
"Kuncinya adalah sinergi. Tidak mungkin kita sukses sendirian. Kerja sama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten kota, dunia usaha, perguruan tinggi dan pesantren menjadi kekuatan penting pembangunan Jatim," ujarnya.
Khofifah juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,96 persen secara year on year, tertinggi di Pulau Jawa sekaligus melampaui capaian nasional.
"Saya ingin menyampaikan bahwa di triwulan pertama, year on year, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa adalah Jawa Timur. Ini bukan sesuatu yang sederhana. Betul kami membangun sinergi, membangun kolaborasi, tapi doa panjenengan semua menjadi penguatan bagi capaian kita dan mudah-mudahan berseiring dengan ridho Allah," terangnya.
Menurut Khofifah, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang oleh sejumlah sektor utama, antara lain industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, pertanian 10,51 persen, serta 14 sektor lainnya sebesar 39,27 persen.
Selain itu, sektor ketenagakerjaan juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Tercatat sektor pertanian menyerap sekitar 7,38 juta tenaga kerja, sektor perdagangan 4,69 juta tenaga kerja, sektor industri 3,36 juta tenaga kerja, dan sektor lainnya mencapai 8,42 juta tenaga kerja.
Di bidang pendidikan, Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa SMA, SMK, dan MA terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Tinjau Peternakan, Pilih Sapi Kualitas Unggul Hampir 1 Ton untuk Kurban Idul Adha
Berdasarkan data Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang dirilis Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri dari total 108.122 pendaftar, sekaligus menjadi capaian tertinggi secara nasional.
"Kerja keras luar biasa dan doa yang mengiringi seluruh ikhtiar kita sehingga tujuh tahun berturut-turut siswa SMA, SMK dan Aliyah Jawa Timur tertinggi diterima perguruan tinggi negeri tanpa tes," katanya.
Untuk memperkuat kualitas SDM, Pemprov Jawa Timur terus menjalankan berbagai program strategis di bidang pendidikan, di antaranya revitalisasi SMK, sekolah double track, sekolah boarding, bantuan pendidikan bagi siswa keluarga prasejahtera, hingga program beasiswa.
Sebanyak 6.575.603 siswa tercatat menerima Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP). Tak hanya itu, bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta menjangkau 5.347.905 siswa serta 284.900 guru dan ustadz.
Di sektor beasiswa, Pemprov Jatim juga menjalankan berbagai program seperti Beasiswa Santri Unggul, Beasiswa S1 Ma’had Aly, beasiswa guru madin, beasiswa STEM, hingga kerja sama pendidikan luar negeri dengan sejumlah perguruan tinggi internasional seperti Al-Azhar University, King's College London, dan Western Sydney University.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Menurutnya, ketika Presiden RI Prabowo Subianto mencanangkan ketahanan pangan nasional, maka Jawa Timur menjadi salah satu penopang utamanya.
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah dan Kepala BRIN Perkuat Kolaborasi Riset dan Hilirisasi Inovasi
-
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Percepatan Tanam: Produksi Naik 5 Persen, Target Ekspor Beras
-
Peringatan Hardiknas di Grahadi, Gubernur Khofifah Puji Kreativitas Vokasi Jatim
-
Ekonomi Jatim Tumbuh Hampir 6%, Tertinggi Se-Jawa, Gubernur Khofifah: Bukti Ketahanan & Akselerasi
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal
-
Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI
-
Skandal Narkoba Hotel Surabaya: 3 Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diciduk Teler, Ini Identitasnya
-
3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ
-
Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S