- Kejari Jember menyelidiki dugaan korupsi dana JKN selama 2019-2025 melalui penggeledahan dan penyitaan bukti elektronik penting.
- Penyidik memeriksa 30 saksi untuk mengungkap manipulasi klaim fiktif dan peningkatan kode diagnosa medis yang merugikan negara.
- Kejaksaan kini berkoordinasi dengan ahli keuangan untuk menghitung total kerugian negara akibat praktik kecurangan di Kabupaten Jember.
SuaraJatim.id - Selama enam tahun terakhir, sebuah permainan kotor diduga terjadi di balik meja-meja administrasi kesehatan di Kabupaten Jember.
Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang seharusnya menjadi sandaran hidup rakyat kecil, disinyalir menguap melalui praktik manipulasi yang rapi dan terstruktur.
Kini, tabir gelap itu mulai disingkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Dalam sebuah operasi senyap pada Jumat (26/6/2026) malam, tim penyidik bergerak melakukan penggeledahan untuk mengamankan bukti digital yang menjadi kunci skandal korupsi periode 2019-2025 ini.
Kepala Kejari Jember, Yadyn Palebangan, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah memburu bukti-bukti krusial. Bukan sekadar tumpukan kertas, fokus utama penyidik kali ini adalah electronic evidence atau bukti elektronik yang diduga menyimpan catatan asli manipulasi klaim.
"Kami sudah menggeledah dan menyita barang bukti elektronik untuk menemukan bukti-bukti terkait kasus tersebut," ujar Yadyn.
Meski lokasi penggeledahan masih dirahasiakan demi kelancaran penyidikan, aroma keterlibatan oknum besar mulai tercium.
Hingga saat ini, tak kurang dari 30 saksi telah dipanggil dan diperiksa secara intensif. Mereka diberondong pertanyaan untuk mengungkap siapa saja otak di balik pemufakatan jahat yang merugikan keuangan negara ini.
Penyelidikan Kejari Jember mengungkap dua modus operandi yakni phantom billing dan upcoding.
Dalam praktik phantom billing, oknum rumah sakit diduga menciptakan pasien gaib. Mereka mengajukan klaim atas layanan kesehatan atau obat-obatan yang sebenarnya tidak pernah diberikan, bahkan kepada pasien yang tidak pernah ada. Singkatnya, negara ditagih untuk pengobatan fiktif.
Baca Juga: Kursi Terdakwa Kosong: Pelarian Tahanan Bikin Sidang Narkoba di Bangil Terancam Kandas
Sementara itu, melalui modus upcoding, diagnosa pasien sengaja diperparah. Penyakit ringan dimanipulasi dengan kode prosedur medis yang jauh lebih berat dan mahal. Tujuannya agar nilai klaim yang cair dari BPJS Kesehatan melonjak berkali-kali lipat dari seharusnya.
Kini, publik menunggu hasil hitung-hitungan ahli terkait total kerugian negara. Kejari Jember telah melakukan ekspose bersama ahli perhitungan keuangan untuk memastikan berapa miliar dana rakyat yang telah diselewengkan selama periode enam tahun tersebut.
“Mudah-mudahan bisa segera diketahui kerugian negara akibat kasus ini,” tambah Yadyn. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kursi Terdakwa Kosong: Pelarian Tahanan Bikin Sidang Narkoba di Bangil Terancam Kandas
-
Didesak Mahasiswa, Dua Universitas di Jember Ogah Tanda Tangan Penolakan SPPG di Kampus
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Jeritan Petani Silo Jember Saat Ladang Nafkah Mereka Terancam Markas Militer
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan
-
Pasien Gaib dan Tagihan Palsu: Skandal Besar Korupsi JKN Jember Terbongkar
-
Penjual Es Hingga Penjaga Warkop Ikut Diciduk Polisi Saat Demo di Grahadi
-
Indonesia Sekarat! Amuk Massa di Grahadi dan Meme Kowarso yang Membakar Surabaya
-
Kursi Terdakwa Kosong: Pelarian Tahanan Bikin Sidang Narkoba di Bangil Terancam Kandas