- Sebanyak 220 keluarga petani di Desa Silo, Jember, terancam kehilangan lahan hutan sosial seluas 55 hektare akibat pembangunan markas TNI.
- Lahan tersebut secara legal dikelola warga sejak 2017 dan memberikan kontribusi ekonomi mencapai Rp11,83 miliar setiap tahun bagi masyarakat setempat.
- Warga menolak alih fungsi lahan karena kebijakan tersebut dinilai menabrak program perhutanan sosial serta mengabaikan partisipasi bermakna masyarakat terdampak.
SuaraJatim.id - Sejak 2017, Ismail Soleh (45) menggantungkan hidup pada tanah di kawasan hutan Desa Silo, Jember. Namun kini, bayang-bayang beton markas militer membuat tidurnya tak lagi nyenyak.
"Sekarang kopinya lagi kokoh-kokohnya. Saya kaget, gemeteran seandainya lahan ini jadi bangunan," ungkap Ismail, Rabu (17/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ismail adalah satu dari 220 kepala keluarga yang nasibnya kini berada di ujung tanduk. Rencananya, lahan seluas 55 hektare di kawasan hutan sosial Desa Silo akan disulap menjadi markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
Ironisnya, lahan tersebut adalah pabrik ekonomi yang selama ini menghidupi ratusan warga dan menyekolahkan anak-anak mereka hingga bangku kuliah.
Konflik ini bukan sekadar penolakan warga terhadap pembangunan fasilitas pertahanan. Ini adalah potret tumpang tindih kebijakan negara.
Di satu sisi, pemerintah gencar mempromosikan Perhutanan Sosial sebagai senjata pengentas kemiskinan. Di sisi lain, rencana pembangunan markas Yonif TP seolah menabrak janji tersebut.
Masis, Ketua Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gakpoktan) Jati Jaya, mempertanyakan logika kebijakan ini.
"Kita sama-sama membawa program ketahanan pangan. Kenapa harus tumpang tindih di lahan petani yang sudah betul-betul menjalankan program itu?" keluhnya.
Para petani di Silo bukanlah penggarap liar. Mereka memegang senjata legal berupa SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tahun 2019, yang diperkuat dengan SK Transformasi KHDPK pada akhir 2024. Negara secara sah telah memberikan hak pengelolaan hutan kepada rakyat.
Baca Juga: Outing Class Berubah Kelam: Saat Ombak Pantai Pangi Seret 3 Santri, 1 Dinyatakan Hilang
Pendampingan dari PC PMII Jember mengungkap data yang mengejutkan. Lahan 55 hektare yang hendak digusur itu bukan sekadar semak belukar tak bertuan.
Berdasarkan kalkulasi matang, kawasan tersebut menyumbangkan nilai ekonomi hingga Rp11,83 miliar per tahun bagi masyarakat.
"Setiap keluarga terdampak rata-rata mengantongi Rp4,48 juta per bulan dari hasil bumi. Itu angka di atas UMK Jember," tegas Mohammad Taufiqurrohman, Ketua PC PMII Jember.
Tanaman pepaya menjadi ATM mingguan warga, jagung sebagai tabungan musiman, dan kopi Robusta Silo, yang diklaim sebagai salah satu yang terbaik di Jember, menjadi aset jangka panjang.
Menghilangkan lahan ini berarti mematikan denyut nadi ekonomi yang sudah mandiri dan berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
PMII Jember menegaskan bahwa aksi protes warga jangan disalahartikan sebagai perlawanan terhadap pertahanan negara. Persoalan intinya adalah konsistensi.
Berita Terkait
-
Outing Class Berubah Kelam: Saat Ombak Pantai Pangi Seret 3 Santri, 1 Dinyatakan Hilang
-
Petani Magetan Terbujur Kaku di Pematang Sawah Tersengat Listrik Pompa Air
-
Misteri Kerangka Manusia di Bukit Gumuk Tengu Jember: Jejak Margo Slamet di Balik Tebing Terjal
-
Skandal Pasien Hantu di Jember: Kejari Sita HP Para Direktur RS, Bongkar Mafia Klaim JKN
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem
-
Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya