- Sugianto (45), nelayan asal Situbondo, hilang di perairan Jangkar saat mencari ikan pada Minggu, 2 Agustus 2026.
- Perahu korban ditemukan mengapung tanpa awak sejauh 12 mil dari pantai oleh nelayan lain pada siang harinya.
- Basarnas Banyuwangi bersama tim SAR gabungan mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian yang hingga kini masih berlangsung.
SuaraJatim.id - Seorang nelayan asal Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Jangkar, Minggu (2/8/2026).
Korban bernama Sugianto (45) belum ditemukan meski perahunya berhasil ditemukan mengapung tanpa awak sekitar 12 mil dari bibir Pantai Jangkar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sugianto berangkat melaut seorang diri sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan perahu bernama Terobos untuk mencari ikan di perairan Jangkar.
Namun sekitar pukul 12.00 WIB, seorang nelayan bernama Hosnan menemukan perahu tersebut hanyut terbawa arus ke arah barat tanpa awak. Saat diperiksa, telepon seluler milik korban masih berada di dalam perahu.
Hosnan kemudian menarik perahu tersebut menuju Pantai Agel, Desa Agel, Kecamatan Jangkar. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada keluarga korban dan diteruskan kepada pihak berwenang.
Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Banyuwangi, Novix Heriyadi, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan adanya nelayan yang diduga hilang di perairan Jangkar.
"Begitu menerima informasi adanya nelayan yang diduga hilang di perairan Jangkar, kami segera berkoordinasi dengan BPBD Situbondo, Satpolair Polres Situbondo, Pos TNI AL Jangkar, Tagana, dan unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian," kata Novix melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Senin (3/8/2026).
Menurut Novix, operasi pencarian difokuskan di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban dengan mempertimbangkan arah arus laut serta kondisi cuaca saat kejadian.
"Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban hilang. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan atau sesuai prosedur yang berlaku," katanya.
Baca Juga: Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
Selain Basarnas, BPBD Situbondo bersama aparat kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan, dan nelayan setempat turut melakukan asesmen sekaligus membantu proses pencarian di lapangan.
Berdasarkan laporan BPBD Situbondo, cuaca selama proses pencarian terpantau cerah berawan sehingga mendukung upaya penyisiran oleh tim SAR gabungan.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis Sugianto masih belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Detik-detik Hilangnya Nelayan Situbondo di Laut Jangkar, Ponsel Masih Ada di Perahu
-
Pemutihan dan Keringanan Pajak Jawa Timur Khusus Agustus 2026, Cek Syaratnya
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus