- Kejari Bangil terancam menghentikan proses hukum kasus narkoba jika buronan tidak tertangkap hingga awal bulan depan.
- Pelimpahan berkas perkara ke pengadilan tertunda karena tersangka melarikan diri sehari sebelum jadwal penyerahan dokumen.
- Kejari Bangil memperketat pengamanan tahanan dengan melibatkan personel Polri, TNI, dan tim internal kejaksaan saat persidangan.
SuaraJatim.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil pun kini berada dalam situasi sulit. Mereka memegang berkas yang lengkap, namun tak memiliki orang untuk dihadirkan di hadapan meja hijau.
Ketegangan kini menyelimuti koridor kantor Kejari Bangil. Ada tenggat waktu tak kasat mata yang terus berdetak. Jika dalam waktu dekat sang buronan tak tertangkap, seluruh jerih payah penyidikan terancam berakhir di laci arsip.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Bangil, Fery Ardianto, mengungkapkan bahwa pihaknya kini berpacu dengan waktu hingga awal bulan depan. Jika sampai batas waktu tersebut pelaku belum ditemukan, mesin keadilan terpaksa berhenti berputar.
"Kemarin berkas P21 sebenarnya mau diserahkan ke pengadilan. Namun, pengadilan tidak menerima pelimpahan jika melewati tanggal 20. Jadi, jadwalnya digeser ke awal bulan depan," jelas Fery, Jumat (26/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com. "Masalahnya, jika sampai awal bulan pelaku masih belum ditemukan, proses hukum akan dihentikan."
Dalam ranah hukum pidana, khususnya kasus narkotika, kehadiran fisik terdakwa adalah syarat mutlak. Hakim tidak bisa memeriksa perkara jika kursi terdakwa dibiarkan kosong. Skenario persidangan tanpa kehadiran terdakwa (in absentia) tidak dapat diberlakukan dalam kasus ini.
Sialnya, pelarian ini terjadi hanya sehari sebelum jadwal pelimpahan dilakukan. Padahal, sehari sebelumnya, jaksa masih sempat memeriksa kesehatan dan administrasi terakhir sang tersangka. "Administrasi sebenarnya sudah siap 100 persen," tambah Fery.
Sebagai langkah responsif, Kejari Bangil kini menerapkan protokol super ketat bagi tahanan lain yang akan menjalani persidangan.
Tak hanya dikawal personel Polri dan TNI, tim internal kejaksaan kini diterjunkan langsung untuk menjaga setiap langkah tahanan menuju ruang sidang. Mereka tak ingin kecolongan untuk kedua kalinya.
Baca Juga: Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
Berita Terkait
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Jebol di Siang Bolong: Tahanan Narkoba Rutan Bangil Kabur Lompat Tembok
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Pilu! Hilang Dini Hari, Mbah Lastri Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Magetan
-
BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda
-
Kurir Sabu 1,1 Kilogram Dibekuk Polres Malang, Ekstasi dan Cartridge Etomidate Ikut Disita
-
Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Korban Bertambah Jadi Delapan Siswa
-
Dugaan Pencatutan Nama Presiden Bayangi Muktamar NU, Klaim Transaksi Suara Capai Rp400 Miliar