- Bocah kelas 3 SD berinisial MBD tewas tenggelam saat mandi di sungai Dusun Sudimoro, Mojokerto, pada Kamis (13/8/2026).
- Korban terseret ke bagian sungai sedalam enam meter, dan warga setempat yang melakukan pencarian menemukannya dalam kondisi meninggal dunia.
- Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda kekerasan, dan keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah tanpa autopsi.
SuaraJatim.id - MBD (9), bocah kelas 3 SD, bersama teman-teman sebayanya bergegas menuju tepian sungai Dusun Sudimoro, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis pagi (13/8/2026) untuk mandi bersama.
Namun, siapa sangka, aliran air yang tampak tenang itu menyimpan lubuk sedalam enam meter yang menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.
Sekitar pukul 10.30 WIB, keceriaan itu mendadak berubah menjadi horor yang mencekam. MBD yang tengah asyik berenang perlahan bergerak ke bagian tengah sungai. Tanpa disadari, ia memasuki area kedung atau cekungan sungai yang sangat dalam.
Hanya dalam hitungan detik, tubuh mungilnya terseret ke bawah permukaan air. Teman-teman korban yang menyaksikan kejadian itu membeku karena takut.
Tak berani terjun membantu, mereka lari terbirit-birit menuju perkampungan, memecah keheningan desa dengan teriakan minta tolong.
Warga yang mendengar kabar tersebut langsung berhamburan ke lokasi. Dengan peralatan seadanya, mereka menyelami dasar sungai yang gelap. Namun takdir berkata lain. Saat ditemukan, raga bocah sembilan tahun itu sudah tak lagi bernyawa.
"Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Kapolsek Kutorejo, AKP Sugeng Irawandi dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Duka mendalam menyelimuti rumah duka. Orang tua korban hanya bisa pasrah menatap pakaian terakhir sang anak, sebuah celana pendek motif doreng dan celana dalam biru, yang kini diamankan polisi sebagai bukti tragedi tersebut.
Keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah dari Yang Maha Kuasa, serta menolak untuk dilakukan autopsi.
Baca Juga: Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto
AKP Sugeng Irawandi kembali menegaskan pentingnya pengawasan ekstra terhadap buah hati, terutama saat bermain di area yang berpotensi bahaya.
"Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Jangan biarkan mereka mandi di lokasi yang memiliki kedalaman berbahaya tanpa pendampingan," tegasnya.
Berita Terkait
-
Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto
-
Petaka Subuh di By Pass Mojokerto: Pramugari Transjatim Tewas, Truk Misterius Kabur
-
Jasad Bayi Ditemukan Terkubur di Mojokerto, Polisi Cari Pelakunya
-
Bara di Gunung Kertas: Perjuangan Damkar Taklukkan Api di PT Sun Paper Source
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI
-
Skandal Narkoba Hotel Surabaya: 3 Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diciduk Teler, Ini Identitasnya
-
3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ
-
Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S
-
Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter