Wakos Reza Gautama
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:22 WIB
Kebakaran di area terbuka PT Sun Paper Source (SPS), Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, hingga Jumat (7/8/2026) masih belum sepenuhnya padam. Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan proses pemadaman. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • PT Sun Paper Source di Mojokerto mengalami kebakaran tumpukan kertas bahan baku tisu pada Jumat (7/8/2026).
  • Petugas pemadam kebakaran dari berbagai pihak kesulitan memadamkan api karena tumpukan material padat dan tiupan angin kencang.
  • Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang melanda kawasan perusahaan tersebut.

SuaraJatim.id - Udara di Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, masih terasa menyengat hingga Jumat (7/8/2026). Di area terbuka PT Sun Paper Source (SPS), kepulan asap putih kecokelatan masih membubung tinggi, menandakan bahwa si jago merah belum sepenuhnya menyerah meski telah digempur ribuan liter air.

Bukan bangunan yang terbakar, melainkan tumpukan kertas raksasa—bahan baku utama produsen tisu tersebut, yang kini berubah menjadi gunungan bara.

Hingga hari ini, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih harus berjibaku di tengah panas yang ekstrem untuk memastikan api benar-benar padam.

Memadamkan api pada tumpukan kertas padat bukanlah perkara mudah. Selembar kertas mungkin mudah terbakar dan padam, namun ribuan ton kertas yang tertumpuk tinggi menciptakan tantangan yang berbeda. Api seolah bersembunyi di balik lapisan-lapisan dalam yang sulit ditembus air.

Komandan Regu (Danru) Damkar Pos 1 BPBD Kabupaten Mojokerto, Achmad Yani, mengungkapkan bahwa kepadatan material inilah yang menjadi musuh utama di lapangan.

"Kendalanya adalah material yang terbakar ini kertas yang tertumpuk tinggi dan padat. Api terjebak di dalamnya, sehingga sangat sulit untuk benar-benar dipadamkan hingga ke dasar," ungkap Yani, Jumat (7/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Situasi diperparah oleh alam. Angin kencang yang bertiup di kawasan Ngoro bukannya mendinginkan suasana, justru menjadi bahan bakar tambahan.

Tiupan angin membuat bara api terbang dan menyebar, menciptakan titik-titik panas baru yang memaksa petugas untuk terus waspada.

Di tengah kepungan asap, suara sirine tak henti-hentinya bersahutan. Perjuangan ini tidak dilakukan sendirian. Mengingat besarnya skala kebakaran, bantuan mengalir dari berbagai arah.

Baca Juga: Karhutla TNBTS Meluas, Kondisi Habitat Satwa Endemik Terancam

Sejumlah armada pemadam kebakaran dari pabrik-pabrik di sekitar kawasan industri Ngoro turun tangan. Mobil-mobil damkar tampak hilir mudik, bergantian menyuplai air untuk menyiram area yang masih membara.

Hingga berita ini diturunkan, fokus utama petugas adalah proses pembasahan (cooling). Petugas menyisir setiap sudut tumpukan untuk memastikan tidak ada "napas" api yang tersisa di bawah gunungan kertas tersebut.

Sementara itu, penyebab pasti dari kebakaran hebat yang melanda area terbuka produsen tisu ini masih menjadi teka-teki.

Pihak kepolisian dan instansi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap asal muasal api yang nyaris melumpuhkan stok bahan baku perusahaan tersebut.

Load More