Wakos Reza Gautama
Senin, 21 September 2026 | 14:02 WIB
Ratusan mahasiswa UINSA Surabaya kembali menggelar demonstrasi dan menyegel gerbang kampus di Jalan Ahmad Yani, Senin (21/9/2026). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa UINSA Surabaya memblokir gerbang utama kampus pada Senin, 21 September 2026.
  • Aksi penyegelan dilakukan karena rektorat mengabaikan berbagai tuntutan serta dialog sebelumnya.
  • Mahasiswa menuntut Rektor UINSA mundur serta mendesak perbaikan tata kelola birokrasi kampus.

SuaraJatim.id - Amarah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kian tak terbendung. Sebagai bentuk puncak kekecewaan terhadap pihak birokrasi, ratusan mahasiswa memblokir dan menggembok rantai gerbang utama kampus di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (21/9/2026).

Aksi radikal ini merupakan eskalasi lanjutan setelah dialog dan rentetan unjuk rasa sebelumnya dinilai membentur dinding tebal dan tak digubris oleh pihak rektorat.

Sebelum menyegel akses depan, gelombang massa aksi bahkan telah menduduki area kampus dan memilih menginap beralaskan aspal sejak Minggu malam. Tepat pada Senin pagi, massa bergerak merantai dan menyegel pintu masuk utama, memaksa akses kampus dipindahkan.

Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, menegaskan bahwa tindakan ini adalah manifestasi dari keputusasaan mahasiswa atas kepemimpinan kampus yang menutup telinga.

"Penyegelan ini menjadi bukti kemuakan teman-teman. Kekecewaan dan tuntutan kami sekarang menjadi jauh lebih nyata karena eskalasi sengaja kita naikkan demi menjaga esensi protes," cetus Fadlurrakhman dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Kendati gerbang utama ditutup rapat, Fadlurrakhman memastikan pihaknya tidak berniat melumpuhkan aktivitas akademik secara total. Akses masuk dan keluar sivitas akademika dialihkan melalui pintu selatan serta pintu belakang.

"Operasional kampus tidak lumpuh total. Masih ada pintu belakang di area gang dosen yang tetap bisa diakses oleh semua orang," imbuhnya.

Dalam aksinya, mahasiswa mengusung delapan poin tuntutan krusial. Tuntutan paling telak adalah mendesak Rektor UINSA, Akh Muzakki, untuk segera mengundurkan diri atau diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya.

Tak hanya soal pergantian kepemimpinan, massa aksi menelanjangi carut-marut tata kelola internal kampus. Mereka menuntut:

Baca Juga: Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

  1. Pemberantasan KKN: Bersihkan birokrasi kampus dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  2. Reformasi UKT: Perbaikan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang memberatkan serta pemenuhan hak mahasiswa baru yang sempat tertahan.
  3. Transparansi & Fasilitas: Evaluasi total terhadap fasilitas perkuliahan yang terbengkalai serta keterbukaan informasi publik oleh rektorat.
  4. Kuota Maba: Tinjau ulang kebijakan kuota penerimaan mahasiswa baru agar proporsional dengan kapasitas kampus.
  5. Cabut Jam Malam: Menghapus aturan restriktif jam malam yang dinilai membungkam iklim diskusi dan aktivitas kelembagaan mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, gerbang utama masih dalam kondisi tersegel, dan massa mahasiswa menegaskan akan terus bertahan hingga rektorat memberikan komitmen hitam di atas putih atas seluruh tuntutan mereka.

Load More