Wakos Reza Gautama
Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB
perselingkuhan kepala puskesmas robatal. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Kepala Puskesmas Robatal Sampang, dr. B, resmi dicopot permanen oleh BKPSDM pada 1 November 2026.
  • Pencopotan tersebut dilakukan akibat skandal dugaan perselingkuhan dengan seorang bidan bawahan berinisial AI.
  • Suami sah berinisial F menggerebek keduanya di ruang dinas pada 8 Oktober 2026 dengan pengawalan aparat.

SuaraJatim.id - Karier dr. B sebagai Kepala Puskesmas Robatal, Kabupaten Sampang, akhirnya tamat. Oknum dokter tersebut resmi dicopot secara permanen dari jabatannya buntut skandal dugaan perselingkuhan dengan seorang bidan yang merupakan bawahannya sendiri.

Sanksi tegas ini mulai berlaku efektif sejak 1 November 2026. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang memastikan tidak ada kata ampun maupun penonaktifan sementara bagi oknum dokter tersebut.

"Iya, sudah resmi diberhentikan permanen dari jabatan Kapus (Kepala Puskesmas). Tidak ada istilah pemberhentian sementara," tegas Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Sampang, Bayu Pamungkas Kusprasetyo, Sabtu (7/11/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Bayu mengungkapkan, langkah eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari usulan Dinas Kesehatan dan KB Sampang yang telah mengantongi persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pencopotan permanen ini diambil demi menjaga kondusivitas pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus memberi ruang gerak penuh bagi aparat penegak hukum untuk memeriksa dr. B.

"Pertimbangannya demi kondusivitas daerah dan kelancaran aksesibilitas pemeriksaan yang bersangkutan. Kami di BKPSDM bertindak sebagai pemroses administrasi," imbuh Bayu.

Skandal ini meledak ke publik setelah suami sah dari bidan berinisial AI, pria berinisial F, melakukan penggerebekan langsung di ruangan dinas Kepala Puskesmas Robatal pada Kamis siang (8/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Tak main-main, F datang melabrak dengan didampingi aparat gabungan dari Polsek Robatal, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.

Dugaan perselingkuhan itu terbukti saat pintu dibuka: dr. B dan bidan AI kedapatan tengah berduaan di dalam ruangan tertutup tersebut.

Baca Juga: Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan insiden penggerebekan yang menghebohkan korps tenaga kesehatan tersebut.

"Penggerebekan dilakukan oleh suami dari staf puskesmas tersebut dengan pendampingan anggota Polsek Robatal. Saat digerebek, keduanya memang berada di dalam ruangan Kapus," jelas AKP Eko.

Usai drama penggerebekan itu, bidan AI langsung digiring ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian tes medis dan visum guna melengkapi alat bukti.

Sementara itu, dr. B langsung diangkut ke Mapolres Sampang guna menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana perzinaan.

Load More