- Kepala Puskesmas Robatal Sampang, dr. B, resmi dicopot permanen oleh BKPSDM pada 1 November 2026.
- Pencopotan tersebut dilakukan akibat skandal dugaan perselingkuhan dengan seorang bidan bawahan berinisial AI.
- Suami sah berinisial F menggerebek keduanya di ruang dinas pada 8 Oktober 2026 dengan pengawalan aparat.
SuaraJatim.id - Karier dr. B sebagai Kepala Puskesmas Robatal, Kabupaten Sampang, akhirnya tamat. Oknum dokter tersebut resmi dicopot secara permanen dari jabatannya buntut skandal dugaan perselingkuhan dengan seorang bidan yang merupakan bawahannya sendiri.
Sanksi tegas ini mulai berlaku efektif sejak 1 November 2026. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang memastikan tidak ada kata ampun maupun penonaktifan sementara bagi oknum dokter tersebut.
"Iya, sudah resmi diberhentikan permanen dari jabatan Kapus (Kepala Puskesmas). Tidak ada istilah pemberhentian sementara," tegas Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Sampang, Bayu Pamungkas Kusprasetyo, Sabtu (7/11/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Bayu mengungkapkan, langkah eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari usulan Dinas Kesehatan dan KB Sampang yang telah mengantongi persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pencopotan permanen ini diambil demi menjaga kondusivitas pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus memberi ruang gerak penuh bagi aparat penegak hukum untuk memeriksa dr. B.
"Pertimbangannya demi kondusivitas daerah dan kelancaran aksesibilitas pemeriksaan yang bersangkutan. Kami di BKPSDM bertindak sebagai pemroses administrasi," imbuh Bayu.
Skandal ini meledak ke publik setelah suami sah dari bidan berinisial AI, pria berinisial F, melakukan penggerebekan langsung di ruangan dinas Kepala Puskesmas Robatal pada Kamis siang (8/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Tak main-main, F datang melabrak dengan didampingi aparat gabungan dari Polsek Robatal, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.
Dugaan perselingkuhan itu terbukti saat pintu dibuka: dr. B dan bidan AI kedapatan tengah berduaan di dalam ruangan tertutup tersebut.
Baca Juga: Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan insiden penggerebekan yang menghebohkan korps tenaga kesehatan tersebut.
"Penggerebekan dilakukan oleh suami dari staf puskesmas tersebut dengan pendampingan anggota Polsek Robatal. Saat digerebek, keduanya memang berada di dalam ruangan Kapus," jelas AKP Eko.
Usai drama penggerebekan itu, bidan AI langsung digiring ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian tes medis dan visum guna melengkapi alat bukti.
Sementara itu, dr. B langsung diangkut ke Mapolres Sampang guna menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana perzinaan.
Berita Terkait
-
Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan
-
Diduga Hilang Fokus, Honda Scoopy Oleng Hantam Pikap L300 di JLS Sampang: Perempuan Tewas
-
Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang
-
Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat
-
Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School
-
Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta