- Bandara Dhoho Kediri ditetapkan sebagai embarkasi haji reguler mulai tahun 2027 berdasarkan keputusan resmi.
- Fasilitas baru ini melayani 9.641 calon jemaah dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
- Kebijakan strategis tersebut bertujuan memangkas waktu perjalanan jemaah dan menggerakkan ekonomi lokal Kediri.
SuaraJatim.id - Kabar melegakan datang bagi masyarakat Jawa Timur bagian selatan dan Mataraman. Beban perjalanan darat berjam-jam menuju Surabaya untuk menunaikan rukun Islam kelima segera terpangkas.
Bandara Internasional Dhoho Kediri resmi mengantongi status sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji reguler mulai musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.
Ketetapan strategis ini disahkan melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 92 Tahun 2026. Dalam skema anyar tersebut, Bandara Dhoho diproyeksikan menerbangkan sedikitnya 9.641 calon jemaah haji dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Daerah layanan itu mencakup Kabupaten dan Kota Kediri, Blitar, Madiun, Nganjuk, Jombang, Bojonegoro, Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, hingga Tulungagung. Selain bandara, Kementerian juga menunjuk Wisma Surya Kediri sebagai fasilitas transit utama bagi para jemaah.
Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, menyebut keputusan ini sebagai tonggak pencapaian (milestone) bersejarah bagi bandara swasta pertama di Indonesia tersebut.
"Ini kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kami menyambut baik kepercayaan pemerintah dan langsung tancap gas mempercepat seluruh kesiapan operasional menuju 2027," ujar Maksin dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Ia memastikan persiapan tak hanya menyasar landasan dan terminal, melainkan sistem terintegrasi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Kediri dan lintas instansi.
Simulasi alur pergerakan jemaah lansia, standar keselamatan, hingga penanganan bagasi akan diuji coba secara berkala demi menjamin kenyamanan ibadah tamu Allah.
Keberadaan embarkasi haji baru ini diyakini bukan sekadar mempermudah logistik ibadah, melainkan magnet ekonomi baru bagi lingkar Mataraman.
Baca Juga: Disorot Publik, Gibran Akhirnya Mundur dari Jabatan
Aktivitas belasan ribu jemaah beserta keluarga yang mengantar dipastikan menghidupkan ekosistem lokal, mulai dari okupansi perhotelan, moda transportasi pengumpan (feeder), kuliner, hingga geliat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Kediri.
Langkah ini sekaligus memecah konsentrasi jemaah haji Jawa Timur yang selama puluhan tahun bertumpu penuh pada Bandara Internasional Juanda dan Asrama Haji Sukolilo di Surabaya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Disorot Publik, Gibran Akhirnya Mundur dari Jabatan
-
Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut
-
Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Kisah Korban KMP Virgo Transport 8: Kapal Miring Mirip Titanic, Sopir Kediri Bertahan Pakai Galon
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School
-
Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta
-
Babak Baru Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Sprindik Jilid II Terbit, Aliran Dana ke Dewan Disorot
-
Jerat 6 Korban hingga Rp4 Miliar, Bos Arisan MeAow Resmi Dijebloskan ke Bui