- Gibran Muhammad Fawwaz dan Barbarossa Muhammad Farros mengundurkan diri sebagai tenaga ahli Kementerian Haji dan Umrah pada Selasa, 27 Oktober 2026.
- Pengunduran diri dua anak Menteri Mochammad Irfan Yusuf tersebut dilakukan akibat penunjukan mereka sebelumnya sempat menuai pro dan kontra publik.
- Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pimpinan kementerian telah menerima pengunduran diri tersebut untuk menjaga integritas serta etika pemerintahan.
SuaraJatim.id - Dua anak Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf, Gibran Muhammad Fawwaz dan Barbarossa Muhammad Farros, mengundurkan diri dari jabatan tenaga ahli Kementerian Haji dan Umrah setelah penunjukan keduanya menuai pro dan kontra di publik.
Pengunduran diri tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Selasa (27/10/2026).
Menurut Dahnil, keputusan itu telah diterima secara resmi oleh pimpinan kementerian.
"Pak Menteri dan saya sudah menerima pengunduran diri dua orang tenaga ahli. Jadi, secara resmi dua orang tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri," kata Dahnil dilansir, Rabu (28/10/2026).
Dahnil menjelaskan, keterlibatan Gibran dan Barbarossa bermula saat Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) baru dibentuk dan membutuhkan tambahan tenaga untuk menangani pekerjaan teknis. Keduanya disebut telah membantu sejak awal tanpa menerima bayaran.
Namun, keterlibatan mereka kemudian menjadi sorotan karena hubungan keluarga dengan Menteri Haji dan Umrah. Posisi tenaga ahli yang ditinggalkan keduanya akan diisi oleh orang lain, dengan penentuan pengganti menjadi kewenangan Irfan Yusuf.
Dahnil menyebut keputusan pengunduran diri tersebut sebagai bagian dari komitmen kementerian untuk menjaga integritas dan memastikan pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai prinsip etika.
Di luar perbincangan soal jabatan barunya, Barbarossa dan Gibran sejatinya lahir dari garis nasab ulama besar di Indonesia.
Keduanya merupakan cicit dari ulama kharismatik pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari, dan cucu dari KH Yusuf Hasyim.
Baca Juga: Survei Arawicaksa: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Hanya 50,1 Persen, Harga Pangan Jadi PR Utama
Keluarga besar ini memiliki akar sejarah yang kuat di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Selain itu, sang ayah juga diketahui memimpin Pesantren Al-Farros sejak 2006.
Di antara kedua bersaudara, sosok Barbarossa Muhammad Farros tampak lebih dulu terjun ke agenda-agenda kedinasan sang ayah.
Barbarossa sempat terlihat mendampingi Menhaj dalam agenda peninjauan Seleksi Tahap II Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 11 Desember 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah
-
Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan
-
Bantuan Pangan di Tulungagung Tak Tersalur 100 Persen, Ini Penyebabnya
-
Disorot Publik, Gibran Akhirnya Mundur dari Jabatan
-
Makin Seru! Rayakan Sumpah Pemuda dengan Deretan Promo BRI