- Tio Ferdian Rahmana resmi dicopot dari gelar Duta Wisata pada Kamis (13/8/2026) akibat kebocoran pesan WhatsApp terkait aborsi.
- Pemerintah Kota Surabaya memberhentikan status pekerja kontrak Tio Ferdian Rahmana setelah dirinya kehilangan reputasi publik akibat skandal tersebut.
- Melalui klarifikasi media sosial, Tio menyampaikan permohonan maaf dan mengaku telah menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab moral.
SuaraJatim.id - Dalam sekejap, gemerlap selempang prestasi yang melingkar di bahu Tio Ferdian Rahmana mendadak luntur. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai representasi pemuda berprestasi di Jawa Timur ini kini harus menelan pil pahit. Kehilangan gelar, pekerjaan, hingga reputasi yang ia bangun bertahun-tahun.
Nama Tio menjadi buah bibir setelah tangkapan layar percakapan pribadinya di WhatsApp bocor dan memicu gelombang kecaman publik.
Polemik tersebut berujung pada keputusan pada Kamis (13/8/2026). Dia resmi dicopot dari predikat Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur serta Cak dan Ning Surabaya periode 2023-2026.
Setelah sempat bungkam, Tio akhirnya muncul ke permukaan. Melalui klarifikasi terbuka di akun media sosialnya, ia mencoba menyusun kembali kepingan narasi yang hancur.
Dengan nada penuh penyesalan, ia mengakui bahwa kata-kata terkait isu aborsi yang mencuat dalam pesan tersebut lahir dari sebuah kekalutan.
"Saya memohon maaf atas komunikasi WhatsApp yang kurang tepat. Saat itu saya dalam kondisi panik," ungkap Tio dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ia menyadari bahwa diksi yang ia pilih dalam ruang privat tersebut telah melukai rasa keadilan masyarakat saat menjadi konsumsi publik.
Namun, di balik potongan pesan yang viral, Tio mengklaim ada niat baik yang tidak tersampaikan ke permukaan. Ia menegaskan telah mencoba bertanggung jawab jauh sebelum masalah ini meledak.
Pernikahan, menurutnya, adalah jalan keluar yang sempat ia tawarkan sebagai bentuk komitmen moral atas hubungan yang dijalani.
Baca Juga: Aroma Kopi dan Deru Hairdryer: Kedok Pabrik Narkoba Remote Control di Kamar Kos Sidoarjo
"Saya telah mengetahui persoalan ini sebelumnya dan menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab," imbuhnya.
Kejatuhan Tio bukan tanpa biaya besar. Selain kehilangan gelar kehormatan, posisinya sebagai pegawai kontrak di Pemerintah Kota Surabaya pun resmi berakhir. Karier yang ia rintis dari bawah kini harus terhenti di tengah jalan.
Di akhir pernyataannya, Tio menyelipkan sebuah pesan mendalam bagi publik yang tengah menghakiminya. Ia meminta agar masyarakat bersedia melihat persoalan ini secara utuh, bukan sekadar dari potongan tangkapan layar yang tersebar.
"Saya tidak meminta masyarakat membenci siapa pun. Saya hanya meminta agar jangan menjatuhkan vonis berdasarkan satu sisi cerita," pintanya.
Berita Terkait
-
Aroma Kopi dan Deru Hairdryer: Kedok Pabrik Narkoba Remote Control di Kamar Kos Sidoarjo
-
Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat
-
Ini Kronologi Kasus Penipuan yang Libatkan Oknum THL Dishub dan Satpol PP Pemkot Surabaya
-
Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Prahara Chat Aborsi Viral: Karier Sang Duta Wisata Tio Ferdian Terjerembab
-
Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto
-
Berawal dari Mainan Korek Api, Satu Lemparan Si Kecil Hanguskan Rumah di Gresik
-
Lidah Api Kepung Seruni Point: Pintu Terakhir Wisata Bromo Resmi Ditutup Total
-
Brakkk! Isuzu Panther Tabrak Rombongan Gerak Jalan di Pacitan, Begini Kondisi Korban