Wakos Reza Gautama
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Tio Ferdian Rahmana, mantan anggota Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur serta Cak dan Ning Surabaya, akhirnya buka suara setelah namanya viral terkait percakapan pribadi yang memicu polemik. Tio sebelumnya dicopot dari sejumlah predikat duta wisata tersebut, Kamis (13/8/2026). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Tio Ferdian Rahmana resmi dicopot dari gelar Duta Wisata pada Kamis (13/8/2026) akibat kebocoran pesan WhatsApp terkait aborsi.
  • Pemerintah Kota Surabaya memberhentikan status pekerja kontrak Tio Ferdian Rahmana setelah dirinya kehilangan reputasi publik akibat skandal tersebut.
  • Melalui klarifikasi media sosial, Tio menyampaikan permohonan maaf dan mengaku telah menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab moral.

SuaraJatim.id - Dalam sekejap, gemerlap selempang prestasi yang melingkar di bahu Tio Ferdian Rahmana mendadak luntur. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai representasi pemuda berprestasi di Jawa Timur ini kini harus menelan pil pahit. Kehilangan gelar, pekerjaan, hingga reputasi yang ia bangun bertahun-tahun.

Nama Tio menjadi buah bibir setelah tangkapan layar percakapan pribadinya di WhatsApp bocor dan memicu gelombang kecaman publik.

Polemik tersebut berujung pada keputusan pada Kamis (13/8/2026). Dia resmi dicopot dari predikat Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur serta Cak dan Ning Surabaya periode 2023-2026.

Setelah sempat bungkam, Tio akhirnya muncul ke permukaan. Melalui klarifikasi terbuka di akun media sosialnya, ia mencoba menyusun kembali kepingan narasi yang hancur.

Dengan nada penuh penyesalan, ia mengakui bahwa kata-kata terkait isu aborsi yang mencuat dalam pesan tersebut lahir dari sebuah kekalutan.

"Saya memohon maaf atas komunikasi WhatsApp yang kurang tepat. Saat itu saya dalam kondisi panik," ungkap Tio dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Ia menyadari bahwa diksi yang ia pilih dalam ruang privat tersebut telah melukai rasa keadilan masyarakat saat menjadi konsumsi publik.

Namun, di balik potongan pesan yang viral, Tio mengklaim ada niat baik yang tidak tersampaikan ke permukaan. Ia menegaskan telah mencoba bertanggung jawab jauh sebelum masalah ini meledak.

Pernikahan, menurutnya, adalah jalan keluar yang sempat ia tawarkan sebagai bentuk komitmen moral atas hubungan yang dijalani.

Baca Juga: Aroma Kopi dan Deru Hairdryer: Kedok Pabrik Narkoba Remote Control di Kamar Kos Sidoarjo

"Saya telah mengetahui persoalan ini sebelumnya dan menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab," imbuhnya.

Kejatuhan Tio bukan tanpa biaya besar. Selain kehilangan gelar kehormatan, posisinya sebagai pegawai kontrak di Pemerintah Kota Surabaya pun resmi berakhir. Karier yang ia rintis dari bawah kini harus terhenti di tengah jalan.

Di akhir pernyataannya, Tio menyelipkan sebuah pesan mendalam bagi publik yang tengah menghakiminya. Ia meminta agar masyarakat bersedia melihat persoalan ini secara utuh, bukan sekadar dari potongan tangkapan layar yang tersebar.

"Saya tidak meminta masyarakat membenci siapa pun. Saya hanya meminta agar jangan menjatuhkan vonis berdasarkan satu sisi cerita," pintanya.

Load More