Wakos Reza Gautama
Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01 WIB
Ilustrasi mayat. Seorang nakhoda ditemukan meninggal dunia setelah kapalnya dihantam ombak besar di perairan Tanjungsari, Pasuruan pada Rabu, (24/6/2026).[unsplash/john hendrick]
Baca 10 detik
  • Seorang nakhoda ditemukan meninggal dunia setelah kapalnya dihantam ombak besar di perairan Tanjungsari, Pasuruan pada Rabu.
  • Korban sempat hilang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan lokal yang sedang menjaring ikan di lokasi.
  • Operasi pencarian resmi ditutup setelah jenazah nakhoda berhasil diidentifikasi dan dipulangkan menuju rumah duka di wilayah Kraton.

SuaraJatim.id - Setelah dua hari operasi pencarian seorang nakhoda yang hilang di perairan Tanjungsari, Pasuruan, penantian panjang itu akhirnya menemui titik akhir yang memilukan.

Jasad sang nakhoda, yang sempat hilang ditelan keganasan laut sejak awal pekan lalu, akhirnya ditemukan. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah berhari-hari terombang-ambing oleh arus gelombang pasang yang tak bersahabat.

Tragedi ini bermula dengan sangat cepat. Hanya sekitar 30 menit setelah kapal meninggalkan daratan, petaka datang menghampiri di perairan Tanjungsari.

Cuaca yang semula tenang mendadak berubah beringas. Tiga hantaman ombak raksasa bertubi-tubi menghajar lambung kanan kapal hingga rusak parah.

Guncangan dahsyat itu melempar sang nakhoda dari atas geladak langsung ke pelukan laut yang gelap. Sementara itu, tiga rekannya bernasib lebih beruntung. Mereka berhasil bertahan di atas reruntuhan kapal sebelum akhirnya diselamatkan oleh armada lain yang melintas.

"Baru 30 menit perjalanan, perahu mereka dihantam ombak besar sebanyak tiga kali," ujar Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, Rabu (24/6/2025) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Operasi SAR pada malam pertama sempat menemui jalan buntu. Jarak pandang yang minim dan angin kencang membuat tim evakuasi kesulitan melacak keberadaan korban.

Titik terang baru muncul pada hari kedua ketika para nelayan tradisional sedang menjaring ikan di kawasan utara lokasi kejadian.

Bukan ikan yang didapat, melainkan jasad sang nakhoda yang tersangkut di jaring mereka. Penemuan itu segera dilaporkan kepada tim pencari yang terus menyisir area tersebut.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas

"Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang menjaring, kemudian diinformasikan ke kapal warga yang sedang mencari survivor," tambah Junaidi.

Dermaga pelabuhan menjadi saksi bisu proses identifikasi akhir sebelum jenazah dibawa menuju rumah duka di wilayah Kraton.

Dengan pengawalan ketat ambulans darurat, rombongan pengantar jenazah tiba di kediaman disambut oleh isak tangis keluarga yang pecah seketika.  Dengan ditemukannya jasad sang nahkoda, operasi pencarian lintas instansi resmi ditutup.

Load More