- Seorang nakhoda ditemukan meninggal dunia setelah kapalnya dihantam ombak besar di perairan Tanjungsari, Pasuruan pada Rabu.
- Korban sempat hilang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan lokal yang sedang menjaring ikan di lokasi.
- Operasi pencarian resmi ditutup setelah jenazah nakhoda berhasil diidentifikasi dan dipulangkan menuju rumah duka di wilayah Kraton.
SuaraJatim.id - Setelah dua hari operasi pencarian seorang nakhoda yang hilang di perairan Tanjungsari, Pasuruan, penantian panjang itu akhirnya menemui titik akhir yang memilukan.
Jasad sang nakhoda, yang sempat hilang ditelan keganasan laut sejak awal pekan lalu, akhirnya ditemukan. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah berhari-hari terombang-ambing oleh arus gelombang pasang yang tak bersahabat.
Tragedi ini bermula dengan sangat cepat. Hanya sekitar 30 menit setelah kapal meninggalkan daratan, petaka datang menghampiri di perairan Tanjungsari.
Cuaca yang semula tenang mendadak berubah beringas. Tiga hantaman ombak raksasa bertubi-tubi menghajar lambung kanan kapal hingga rusak parah.
Guncangan dahsyat itu melempar sang nakhoda dari atas geladak langsung ke pelukan laut yang gelap. Sementara itu, tiga rekannya bernasib lebih beruntung. Mereka berhasil bertahan di atas reruntuhan kapal sebelum akhirnya diselamatkan oleh armada lain yang melintas.
"Baru 30 menit perjalanan, perahu mereka dihantam ombak besar sebanyak tiga kali," ujar Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, Rabu (24/6/2025) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Operasi SAR pada malam pertama sempat menemui jalan buntu. Jarak pandang yang minim dan angin kencang membuat tim evakuasi kesulitan melacak keberadaan korban.
Titik terang baru muncul pada hari kedua ketika para nelayan tradisional sedang menjaring ikan di kawasan utara lokasi kejadian.
Bukan ikan yang didapat, melainkan jasad sang nakhoda yang tersangkut di jaring mereka. Penemuan itu segera dilaporkan kepada tim pencari yang terus menyisir area tersebut.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
"Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang menjaring, kemudian diinformasikan ke kapal warga yang sedang mencari survivor," tambah Junaidi.
Dermaga pelabuhan menjadi saksi bisu proses identifikasi akhir sebelum jenazah dibawa menuju rumah duka di wilayah Kraton.
Dengan pengawalan ketat ambulans darurat, rombongan pengantar jenazah tiba di kediaman disambut oleh isak tangis keluarga yang pecah seketika. Dengan ditemukannya jasad sang nahkoda, operasi pencarian lintas instansi resmi ditutup.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
-
Mengaku Wartawan dan LSM, Makelar Kasus Gadungan di Pasuruan Gondol Rp120 Juta demi Sabu
-
Komplotan Debt Collector Gadungan Tak Berkutik Saat Peras Warga di Jalanan Pasuruan
-
Tangis Pecah di Tepian Bengawan Solo, Santri Ngawi Hilang Ditelan Arus
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Napas Sesak di Tengah Malam: Warga Plemahan Jombang Geruduk Pabrik Plastik yang Mencemari Lingkungan
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya
-
Gara-gara Beda Baju, 2 Pemuda di Surabaya Dikeroyok Kelompok Perguruan Silat