- Sebanyak 1.408 pekerja mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Pasuruan agar siap beroperasi pada 14 Juli 2026.
- Progres fisik bangunan di Purworejo dan Desa Lajuk telah melampaui 80 persen dengan fasilitas modern ramah disabilitas.
- Sekolah ini akan menampung ratusan siswa yang dijadwalkan mulai menempati fasilitas baru pada 11 Juli 2026 mendatang.
SuaraJatim.id - Sebanyak 1.408 pekerja tengah berpacu dengan waktu, bekerja maraton hingga 16 jam per hari membangun Sekolah Rakyat di Pasuruan yang akan beroperasi pada 14 Juli 2026 mendatang.
Berdasarkan pantauan per 17 Juni 2026, kemajuan fisik bangunan di kedua lokasi telah melampaui angka 80 persen. Di wilayah Purworejo, Kota Pasuruan, progres telah mencapai 80,921 persen. Sementara di Desa Lajuk, Kabupaten Pasuruan, pembangunan sedikit lebih unggul di angka 82,28 persen.
"Secara realistis, Juli kita kejar," ujar Deska, Site Engineer Manager PT Nindya Karya.
Optimisme serupa juga disampaikan rekannya, Mahendra, yang memastikan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan demi mencapai target penyelesaian bulan depan.
Kemegahan mulai terlihat nyata di lokasi proyek. Bukan hanya ruang kelas yang berjejer rapi, sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas penunjang kelas wahid. Mulai dari asrama siswa yang nyaman, aula serbaguna yang luas, masjid, hingga kantin modern.
Bangunan ini dirancang ramah disabilitas dengan pemasangan guiding block (jalur pemandu) dan ramp (tangga landai) untuk memastikan setiap siswa memiliki akses yang setara tanpa hambatan fisik.
Yuli Prihatini, Kepala Sekolah SRMP 28 Kota Pasuruan, tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat meninjau fisik bangunan.
"Sisi fisik bangunannya luar biasa, Alhamdulillah," ungkapnya. Lokasi baru ini nantinya akan menampung 50 siswa lama dan 270 siswa baru.
Di sisi lain, persiapan untuk pindahan besar-besaran sudah dijadwalkan pada 11 Juli 2026, tepat sebelum agenda Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebanyak 240 siswa di wilayah Kabupaten juga bersiap menempati hunian baru mereka.
Baca Juga: Mengaku Wartawan dan LSM, Makelar Kasus Gadungan di Pasuruan Gondol Rp120 Juta demi Sabu
Menutup rangkaian peninjauan, Tenaga Ahli Menteri Sosial, Fajar WH, mengingatkan bahwa momen ini adalah fase krusial. Bukan hanya soal fisik bangunan, tapi soal bagaimana ruh pendidikan berpindah ke wadah yang lebih layak.
"Tinggal kemudian mengawal fase krusial transisi operasional dari Sekolah Rakyat rintisan ke Sekolah Rakyat permanen," pungkas Fajar. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Mengaku Wartawan dan LSM, Makelar Kasus Gadungan di Pasuruan Gondol Rp120 Juta demi Sabu
-
Jeritan Petani Silo Jember Saat Ladang Nafkah Mereka Terancam Markas Militer
-
Pendaftar Sekolah Rakyat di Sampang Membludak, Panitia Utamakan Kelompok Ini
-
Komplotan Debt Collector Gadungan Tak Berkutik Saat Peras Warga di Jalanan Pasuruan
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya
-
Maut di Gudang Kayu Ngawi: Nestapa Suami Sembunyikan Istri dari Amukan Anak Kandung
-
Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki
-
Langkah Terakhir Sang Penakluk Puncak: Maliya Finda Pulang ke Pelukan Bumi Kelahiran
-
Jatim Pimpin Pertumbuhan Ekonomi di Jawa, Kemiskinan dan Pengangguran Terus Turun