- Polrestabes Surabaya mengamankan 24 orang pasca kericuhan demonstrasi di Gedung Grahadi pada Jumat malam lalu.
- Pelaku didominasi pekerja sektor informal yang mengaku ikut aksi atas dasar ajakan pihak tertentu.
- Hasil tes menunjukkan enam peserta positif narkoba dan empat orang resmi ditetapkan sebagai tersangka perusakan.
SuaraJatim.id - Di balik debu kericuhan yang pecah pada Jumat malam lalu di Gedung Grahadi, sebuah fakta mulai terkuak dari balik ruang interogasi Polrestabes Surabaya.
Aksi yang mulanya membawa narasi aspirasi rakyat itu ternoda oleh perilaku anarkis dan penyalahgunaan narkotika. Dari 24 orang yang diamankan, polisi menemukan sebuah pola yang melenceng jauh dari profil demonstran ideal.
Publik mungkin mengira massa yang merusak pagar Grahadi adalah barisan intelektual muda. Namun, pendataan polisi berkata lain.
Mereka yang diringkus ternyata didominasi oleh pekerja sektor informal, mulai dari kuli bangunan, juru parkir, hingga mereka yang belum memiliki pekerjaan.
"Dari hasil pemeriksaan, mereka bukan mahasiswa. Pengakuannya, mereka ikut aksi hanya karena ajakan dan sejauh ini belum ditemukan afiliasi dengan kelompok tertentu," ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, Senin (29/06/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Fenomena massa bayangan ini menjadi perhatian serius. Kehadiran mereka di tengah kerumunan diduga menjadi pemicu eskalasi emosi yang berujung pada aksi pelemparan batu ke arah barikade petugas.
Fakta lebih mencengangkan muncul saat tes urine dilakukan. Di saat orasi diteriakkan, ada enam peserta aksi yang ternyata sedang berada di bawah pengaruh narkotika jenis sabu.
Kini, keenam orang tersebut telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya untuk menjalani proses rehabilitasi dan hukum lebih lanjut.
Sementara itu, empat orang lainnya resmi menyandang status tersangka atas pengrusakan fasilitas negara dan penyerangan petugas.
Baca Juga: Ricuh Demo Grahadi Surabaya, Massa Berhoodie dan Bermasker Diduga Jadi Pemicu Kerusuhan
"Empat orang sudah kami tahan. Mereka terbukti melakukan pelemparan dan perusakan saat tensi massa memuncak," tegas Kombes Luthfie.
Polisi tidak ingin berhenti di level "pelaksana" di lapangan. Saat ini, tim penyidik tengah membedah isi telepon seluler milik para peserta aksi yang diamankan.
Jejak percakapan, koordinasi di grup WhatsApp, hingga histori panggilan diincar untuk mengungkap siapa aktor intelektual yang menggerakkan massa non-mahasiswa ini ke garis depan kericuhan.
"Penyidikan masih sangat dinamis. Kami telusuri motif dan jaringannya. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru jika bukti-bukti tambahan ditemukan," pungkas Luthfie.
Berita Terkait
-
Ricuh Demo Grahadi Surabaya, Massa Berhoodie dan Bermasker Diduga Jadi Pemicu Kerusuhan
-
Penjual Es Hingga Penjaga Warkop Ikut Diciduk Polisi Saat Demo di Grahadi
-
Indonesia Sekarat! Amuk Massa di Grahadi dan Meme Kowarso yang Membakar Surabaya
-
Maut di Balik Pintu Terkunci: Misteri Tewasnya Wanita Jombang di Kamar Kos Putat Jaya Surabaya
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap
-
Terjerat Dugaan Pungli, Oknum Lurah di Surabaya Dicopot Jadi Staf Perpustakaan
-
Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal
-
Berniat Bongkar Dinding, Kakek 69 Tahun di Magetan Tewas Tertimpa Tembok Rumah Tua
-
BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026