"Kebutuhan pulp di Jawa Timur sangat tinggi. Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Provinsi Riau. Karena itu secara perdagangan kita memang masih mengalami defisit terhadap Riau. Namun kondisi ini justru menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya peluang untuk terus memperluas perdagangan dua arah yang semakin seimbang," jelasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan sepuluh transaksi terbesar dalam Misi Dagang Jawa Timur–Riau berasal dari berbagai sektor strategis. Transaksi terbesar dilakukan PT Kharim Mandiri Indonesia, Kota Kediri, dengan PT Unggas Riau Perkasa, Kabupaten Kampar, senilai Rp202,196 miliar per tahun, meliputi penjualan olahan daging unggas, olahan daging sapi, susu, daging unggas, DOC, dan domba.
Selanjutnya PT Ayo Tani, Kabupaten Kediri, dengan PT Riau Multi Trade, Pekanbaru, senilai Rp108,5 miliar per tahun untuk komoditas beras, bawang merah, cabai, gula merah, dan teh curah. Lalu PT Ayo Tani, Kabupaten Kediri dengan PT. Riau Pangan Bertuah Pekanbaru dengan nilai transaksi Rp 101,4 miliar. Disusul Pabrik Rokok Dian Mulyo, Kabupaten Trenggalek, dengan Kholis Romli, Sukamara, senilai Rp79,2 miliar per tahun untuk penjualan rokok.
Transaksi besar lainnya dilakukan PT Suri Tani Pemuka, Kabupaten Sidoarjo, dengan PT Anagi Mandiri Sejahtera, Kabupaten Kampar, senilai Rp71,11 miliar per tahun berupa pakan ikan, pakan udang, dan benur. Kemudian CV Satriya Abdi Buana, Surabaya, membeli 1.200 ton kelapa jambul dari PT Korindo Komplit Karbon, Pekanbaru, senilai Rp43,2 miliar per tahun.
Selain itu, CV Riki Utama Mandiri/RUM Seafood melakukan transaksi dua arah dengan Koperasi Produksi Generasi Mandiri, Bengkalis, berupa penjualan fillet dori dan pembelian udang vaname senilai Rp32,825 miliar per tahun. CV Sinar Jaya Sae, Kabupaten Gresik, menjual pupuk dolomit dan NPK kepada Kopontren Al-Amin, Pekanbaru, senilai Rp24,27 miliar per tahun.
Berikutnya, CV Satrya Abdi Buana, membeli arang tempurung kelapa dari PT.Salju Coco Mandiri, Tembilahan senilai Rp24 miliar. Dan CV Jawara Ternak, Sumenep menjual Bibit Sapi Madura ke Rumah Pemotongan Hewan Pekanbaru senilai Rp 20,8 miliar.
“Transaksi yang terjadi menunjukkan semakin kuatnya hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Riau. Forum business matching tidak hanya mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi produksi masing-masing daerah, tetapi juga membuka peluang investasi dan kemitraan bisnis jangka panjang yang diharapkan semakin memperkuat rantai pasok nasional,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Jawa Timur juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen dan memberikan kontribusi 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga: Turunkan Stunting hingga 14,7%: Gubernur Jatim Terima Penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia
Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, dan pertanian 10,51 persen. Di sektor perdagangan, sepanjang 2025 Jawa Timur membukukan surplus neraca perdagangan sebesar Rp210,1 triliun dan berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026 dengan surplus Rp54,25 triliun.
Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun. Khusus dengan Provinsi Riau, nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp9,43 triliun, terdiri atas pembelian Jawa Timur dari Riau sebesar Rp9,17 triliun dan penjualan Jawa Timur ke Riau sebesar Rp257,36 miliar, sehingga neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Riau masih mengalami defisit Rp8,91 triliun.
"Kondisi ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi Jawa Timur dan Riau sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang. Melalui Misi Dagang ini, kita ingin memperkuat sinergi perdagangan, membuka peluang investasi, dan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan," jelasnya.
Khofifah berharap hasil Misi Dagang ini tidak berhenti pada penandatanganan komitmen transaksi, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
Lebih dari aspek ekonomi, menurut Khofifah, Misi Dagang juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antardaerah melalui pertukaran budaya dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Penampilan wastra khas Jawa Timur dan Provinsi Riau dalam rangkaian kegiatan menjadi simbol eratnya persaudaraan sekaligus komitmen membangun Indonesia melalui kolaborasi antardaerah.
"Ini adalah cara kami merajut Indonesia, cara kami menjahit Nusantara, sehingga tidak ada yang tertinggal. Kita ingin maju bersama, tumbuh bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Jatim Raih 8 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Gubernur Khofifah: Wujudkan Ekonomi Syariah
-
Gubernur Khofifah & Pangdam V/Brawijaya Lepas Karnaval Budaya di Bangkalan: Bakti TNI untuk Negeri
-
Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng PT Pacific Harvest Indonesia: Pasar Global Bagus
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRImo Taiwan Buka Akses Perbankan Digital BRI Bagi PMI
-
Arema FC Pinjam Mauro Zijlstra dari Persija, Lini Serang Makin Tajam?
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Polisi Selidiki Bentrokan Berdarah Kelompok Perguruan Silat di Rejotangan Tulungagung
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029