- Sari Sukoco tewas dalam insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi pada Minggu, 2 Agustus 2026.
- Jenazah sopir truk ekspedisi asal Tulungagung tersebut telah dimakamkan di Desa Sidorejo setelah dipulangkan menggunakan ambulans pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan evakuasi korban berjalan dramatis akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat di perairan Sumenep.
SuaraJatim.id - Suasana di Perumahan Mutiara Regency, Tulungagung, mendadak pekat oleh duka. Isak tangis pecah saat iring-iringan ambulans memasuki pelataran rumah Sari Sukoco (39) pada Senin (3/8/2026) siang.
Di dalam peti kayu itu, terbujur kaku sosok pria yang dikenal sebagai pribadi ringan tangan, yang perjalanannya harus terhenti secara tragis di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep.
Sari adalah satu dari korban nyawa dalam petaka terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 pada Minggu (2/8/2026) pagi. Namun, bagi Bambang Susilo, rekan kerja sekaligus saksi kunci detik-detik terakhir korban, kepergian Sari meninggalkan sebuah memori yang menyesakkan dada. Sebuah senyuman dan anggukan kecil di ambang maut.
Perjalanan itu awalnya biasa saja. Sebagai sopir truk ekspedisi, Sari dan Bambang tengah mengawal muatan cold storage dari Jakarta menuju Makassar.
Minggu (2/8/2026) pagi itu, mereka baru saja menyelesaikan sarapan saat ketenangan di atas kapal Ro-Ro tersebut berubah menjadi horor. Teriakan "kebakaran!" memecah suasana.
Asap hitam pekat diduga membubung dari dek bawah, tempat kendaraan-kendaraan berat terparkir. Dalam hitungan menit, api menjalar liar. Bambang dan Sari berlari kencang menuju ujung geladak, mencari celah untuk bertahan hidup.
"Saya sudah pakai pelampung, saya ajak beliau terjun ke laut," ujar Bambang dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
"Tapi beliau terlihat ragu. Saat saya ajak lagi, beliau hanya tersenyum dan mengangguk. Akhirnya saya terjun duluan."
Itulah interaksi terakhir mereka. Bambang berenang menjauh dari kapal yang membara, berjuang melawan ombak demi mencapai kapal penyelamat.
Baca Juga: Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
Di atas kapal penolong itulah, kabar pahit itu datang. Rekan kerja selama delapan tahun itu ditemukan tak bernyawa.
Kepergian Sari terasa kian getir bagi keluarga dan kerabat. Di balik sosoknya yang tangguh sebagai sopir lintas pulau, Sari menyimpan sebuah rencana besar. Kepada Bambang, ia sempat bercerita tentang niatnya untuk melepas masa lanjang.
"Pernah cerita, beliau berencana menikah tahun ini," ungkap Bambang lirih. Kini, rencana indah itu terkubur bersama jasadnya di Komplek Pemakaman Umum Desa Sidorejo.
Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2 bukan hanya soal api, tapi juga keganasan alam. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi cuaca di perairan Sumenep yang sedang tidak bersahabat.
"Cuaca saat kejadian benar-benar tidak baik-baik saja," jelas Syafii di Pelabuhan Tanjung Perak dikutip dari ANTARA.
Tim SAR harus berjibaku dengan arah angin dan gelombang tinggi. Mereka menggunakan teknologi pemetaan canggih untuk menentukan pola pencarian berdasarkan kecepatan arus dan ombak. Meski menantang, seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi berkat bantuan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.
Berita Terkait
-
Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
-
Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar
-
Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Detik-Detik Crane Proyek Tol Surabaya-Gempol Terguling, Tiang Listrik Ikut Ambruk
-
Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan
-
Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas
-
Persaingan Ketat di Tengah Persebaya Jadi Energi Positif Gledson Paixao
-
Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi