- Kejaksaan Negeri Tulungagung menyelidiki dugaan korupsi pengadaan tanah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sejak Mei 2026.
- Penyidik telah memeriksa 40 saksi dan berkoordinasi dengan BPKP Jawa Timur serta MAPPI untuk menghitung kerugian negara.
- Proses audit dan pengumpulan minimal dua alat bukti yang cukup masih berlangsung sebelum menetapkan tersangka.
SuaraJatim.id - Kejari Tulungagung,memeriksa 40 orang saksi untuk mendalami dugaan korupsi pengadaan tanah Griyo Dalem Kanjengan dan melengkapi alat bukti sebelum menetapkan tersangka.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung Roni, mengatakan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Griyo Dalem Kanjengan tahun anggaran 2022 masih berlangsung sejak dimulai pada Mei 2026.
"Kami masih terus melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan tanah Griyo Dalem Kanjengan tahun 2022 pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata," kata Roni melansir ANTARA, Kamis (30/7/2026).
Menurut dia, hingga kini penyidik telah memeriksa sekitar 40 orang saksi yang berasal dari unsur pelaksana kegiatan, perencana, serta pihak lain yang berkaitan dengan proses pengadaan tanah.
Penyidik masih menerapkan asas praduga tak bersalah dengan terus melengkapi alat bukti sebelum menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.
"Kemungkinan masih ada beberapa saksi yang akan dimintai keterangan. Kami harus memiliki minimal dua alat bukti yang cukup sebelum menetapkan tersangka," ujarnya.
Selain pemeriksaan saksi, Kejari juga berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur serta Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) untuk melakukan penghitungan ulang nilai tanah sebagai pembanding terhadap hasil penilaian sebelumnya.
Hasil penilaian tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari permohonan audit penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Jawa Timur.
Roni mengatakan proses audit diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan sehingga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penetapan tersangka.
Baca Juga: Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
"Kami masih menunggu hasil penghitungan nilai tanah sebagai bahan pendukung audit. Prosesnya terus berjalan dan kami juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun