- Sepasang suami istri di Ponorogo bercerai akibat perselingkuhan yang dibongkar oleh sang istri pada Agustus 2026.
- Istri merobohkan ruko miliknya menggunakan alat berat pada tanggal 7 hingga 8 Agustus 2026 karena tanahnya milik suami.
- Kepala Dukuh Gulun menyatakan pembongkaran bangunan tersebut merupakan urusan pribadi dan tidak dilaporkan kepada pihak desa.
SuaraJatim.id - Selama empat tahun, bangunan berukuran 5x7 meter di Dukuh Gulun, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, menjadi saksi bisu perjuangan sepasang suami istri membangun ekonomi keluarga.
Namun, dalam waktu dua hari saja, bangunan yang biasanya penuh deru mesin fotokopi itu rata dengan tanah, hancur oleh cengkeraman alat berat.
Bukan karena penggusuran proyek pemerintah, melainkan karena sebuah komitmen yang telah runtuh lebih dulu.
Jumat (7/8/2026) hingga Sabtu (8/8/2026) siang, warga Kecamatan Badegan dibuat terpana.
Sebuah ekskavator didatangkan khusus untuk merobohkan ruko alat tulis tersebut. Di balik debu reruntuhan itu, tersimpan kisah pilu tentang pengkhianatan dan pembagian harta yang tak biasa.
Rumah tangga yang terlihat adem ayem di mata tetangga itu ternyata sedang di ambang kiamat. Isu orang ketiga menjadi pemicunya.
Sang istri dikabarkan memergoki suaminya menjalin hubungan gelap dengan wanita lain. Luka hati yang terlalu dalam membuat mediasi di tingkat desa berakhir buntu.
"Inti masalahnya itu perselingkuhan, lalu ketahuan oleh sang istri. Mereka akhirnya sepakat bercerai," ungkap Kepala Dukuh Gulun, Firmansyah, Senin (10/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Perceraian itu menyisakan dilema. Ruko tersebut berdiri di atas tanah milik keluarga suami, namun modal usaha dan seluruh bangunan adalah hasil keringat sang istri.
Karena tanah bukan miliknya, sang istri tak punya pilihan selain mengosongkan lokasi. Namun, alih-alih membiarkan bangunan itu berdiri dan mungkin dinikmati mantan suaminya di kemudian hari, dia memilih bongkar total.
Baca Juga: Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi
Satu per satu perlengkapan ATK dan mesin fotokopi dipindahkan ke kediaman pihak perempuan. Setelah kosong, alat berat pun bekerja, merubuhkan setiap senti dinding yang pernah mereka bangun bersama.
"Tidak ada laporan ke desa karena memang ini hak pribadi. Tanah milik laki-laki, bangunan dan isinya milik perempuan," jelas Firmansyah.
Bagi warga setempat, pemandangan alat berat yang menghancurkan tempat usaha populer itu sungguh di luar nalar. Arif, salah satu warga, mengaku tak menyangka pasangan yang selama ini terlihat harmonis itu menyimpan api dalam sekam.
"Kami kaget, Mas. Biasanya tenang-tenang saja, ruko itu juga sudah dikenal warga sekitar. Tiba-tiba ada alat berat datang, kami bingung apa masalahnya," kata Arif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Kemenhut Berhasil Padamkan Kebakaran 30 Hektare di Gunung Rinjani
-
Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD
-
Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi